Pematangan Lahan PSEL Kota Bekasi Dikebut

17 hours ago 13

LAHAN: Pimpinan DPRD Kota Bekasi meninjau lokasi proyek PSEL, pekan lalu.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Hitung mundur menuju groundbreaking proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi pada 8 Juli 2026 terus berjalan. Di tengah target waktu yang kian mepet, proses pematangan lahan seluas 6,1 hektare di Bantargebang masih dikebut untuk memastikan proyek strategis nasional tersebut dapat dimulai sesuai jadwal.

Komisi II DPRD Kota Bekasi turun langsung meninjau lokasi pembangunan PSEL setelah kunjungan kerja bersama Pemerintah Kota Bekasi ke perusahaan pengelola sampah berbasis teknologi, Wangneng Environment, di Huzhou, Tiongkok, beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Latu Har Hary mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan proses pematangan lahan masih berjalan dan ditargetkan selesai sebelum pelaksanaan groundbreaking.

“Berdasarkan hasil monitoring kami, proses pematangan lahan masih berjalan dan kami optimistis dapat diselesaikan tepat waktu sebelum groundbreaking,” ujarnya.

Menurut Latu, Pemerintah Kota Bekasi telah memenuhi kewajiban penyediaan lahan yang menjadi salah satu syarat utama pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut. Karena itu, ia meminta seluruh pihak terkait terus memperkuat koordinasi agar tahapan persiapan berjalan maksimal.

Ia menilai hasil kunjungan ke Wangneng Environment semakin menguatkan keyakinan bahwa teknologi yang akan diterapkan di PSEL Bekasi mampu menjadi solusi atas persoalan sampah yang selama ini membebani kota.

“Kami mendukung penuh agar proyek strategis ini berjalan sesuai rencana sehingga persoalan sampah dapat ditangani secara berkelanjutan sekaligus menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi yang turut meninjau lokasi pada Kamis (2/7) menyebut progres pematangan lahan telah mencapai sekitar 70 persen.

“Sudah hampir 70 persen pematangan lahan selesai dan sekitar 3,2 hektare lahan sudah dipadatkan,” ujarnya.

Menurut Sardi, penyiapan lahan menjadi indikator penting kesiapan Kota Bekasi dalam menjalankan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dari hasil peninjauan, ia memastikan tidak ada persoalan berarti terkait akses menuju lokasi. Namun, pemerintah daerah masih harus memastikan seluruh aspek teknis dan koordinasi lintas instansi rampung sebelum pelaksanaan groundbreaking.

“Seluruh tahapan pekerjaan lahan dan koordinasi teknis, termasuk akses jalan serta kebutuhan pendukung lainnya, harus dipastikan siap. Ini membutuhkan dukungan semua pihak,” tandasnya. (sur)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |