SPMB Selesai, Aplikasi Bebunge Tetap Bisa Dipakai untuk Akses Berbagai Layanan Publik Pemkab Bekasi

12 hours ago 11

Beranda Cikarang SPMB Selesai, Aplikasi Bebunge Tetap Bisa Dipakai untuk Akses Berbagai Layanan Publik Pemkab Bekasi

APLIKASI: Warga menunjukkan laman pada aplikasi Bebunge. FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Aplikasi Bebunge tidak hanya dapat digunakan selama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027. Setelah proses penerimaan selesai, masyarakat masih dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk mengakses berbagai layanan publik Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi, Bahrul Ulum, mengatakan Bebunge dirancang sebagai satu pintu masuk seluruh layanan digital Pemerintah Kabupaten Bekasi. Dengan konsep tersebut, masyarakat tidak lagi perlu mengunduh banyak aplikasi untuk mengakses layanan publik.

“Cukup menggunakan satu aplikasi Bebunge, masyarakat dapat mengakses berbagai pelayanan publik sesuai kebutuhannya,” ujar Bahrul.

Ia menjelaskan, fitur SPMB merupakan salahsatu layanan yang diintegrasikan ke dalam Bebunge. Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak membangun aplikasi SPMB yang berdiri sendiri, tetapi menjadikannya bagian dari ekosistem layanan digital Kabupaten Bekasi didalam Bebunge.

“Dengan konsep ini, setelah masa SPMB selesai, masyarakat tetap menggunakan aplikasi yang sama untuk mengakses layanan publik lainnya,” ujarnya.

Menurut Bahrul, platform Android dan iOS dipilih karena telepon genggam telah menjadi perangkat yang paling banyak digunakan masyarakat untuk mengakses layanan publik. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu mencari komputer atau membuka situs web tertentu.

“Aplikasi mobile juga memberikan pengalaman penggunaan yang lebih sederhana, lebih cepat, dan lebih stabil,” ujarnya.

Bahrul menuturkan, kelancaran pelaksanaan SPMB tahun ini didukung oleh berbagai persiapan teknis. Sejak tahap perencanaan, Diskominfosantik melakukan pengujian sistem, simulasi beban akses, pemantauan selama pelaksanaan, serta menyiapkan tim teknis yang siaga sehingga sistem tetap berjalan baik saat terjadi lonjakan pengguna secara bersamaan.

BACA JUGA: https://radarbekasi.id/2026/07/02/proses-spmb-kabupaten-bekasi-lancar-pendaftaran-cukup-lewat-hp/

“Keberhasilan pelaksanaan SPMB tahun ini tidak terjadi secara kebetulan. Sejak tahap perencanaan kami melakukan pengujian sistem, simulasi beban akses, pemantauan selama pelaksanaan, serta menyiapkan tim teknis yang siaga. Dengan persiapan tersebut, sistem mampu melayani masyarakat dengan baik ketika terjadi lonjakan akses secara bersamaan,” tuturnya.

Pada fitur SPMB, Bebunge juga menerapkan sistem self assessment untuk pengukuran jarak. Calon siswa melakukan pengukuran sendiri saat pendaftaran sehingga potensi persoalan terkait jarak domisili dengan sekolah tujuan dapat diminimalkan. Mekanisme tersebut diharapkan menciptakan proses seleksi yang lebih adil dan transparan.

“Sistem pengukuran jarak fitur SPMB pada Bebunge menggunakan self assesment, di mana calon siswa/siswi mengukur sendiri jarak saat pendaftaran sehingga menghilangkan konflik permasalahan jarak antara calon siswa/siswi dengan sekolah dituju, sehingga adil dan transparan bagi seluruh pihak,” katanya.

Ia menambahkan, konsep Bebunge menjadi pembeda dibandingkan sistem SPMB di banyak daerah lain yang umumnya hanya berupa aplikasi atau situs web musiman. Di Kabupaten Bekasi, fitur SPMB merupakan bagian dari super app pelayanan publik sehingga investasi teknologi yang dibangun tetap dimanfaatkan sepanjang tahun untuk berbagai layanan pemerintahan.

BACA JUGA: Aplikasi Bebunge Pemkab Bekasi Dinilai Layak jadi Contoh Nasional

“Di Kabupaten Bekasi, SPMB menjadi salah satu fitur dalam sebuah super app pelayanan publik. Artinya, investasi teknologi yang dibangun tidak hanya dimanfaatkan selama proses SPMB, tetapi terus digunakan sepanjang tahun untuk berbagai layanan pemerintahan,” ujarnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus mengembangkan Bebunge dengan mengintegrasikan lebih banyak layanan perangkat daerah. Harapannya, masyarakat cukup memiliki satu aplikasi untuk mengakses seluruh pelayanan pemerintah secara mudah, cepat, aman, dan terintegrasi.

“Ke depan, Bebunge akan terus dikembangkan sebagai pusat layanan digital Kabupaten Bekasi dengan mengintegrasikan lebih banyak layanan perangkat daerah. Harapannya, masyarakat cukup memiliki satu aplikasi untuk mengakses seluruh pelayanan pemerintah secara mudah, cepat, aman, dan terintegrasi,” tutupnya. (and/*)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |