Parade Kalkun

20 hours ago 13

Oleh: Dahlan Iskan

Saya telat tahu: Parade Thanksgiving di New York tahun ini sudah bisa live streaming dengan cara baru. Menyesal. Kemarin tidak melihat live-nya.

Parade itu, tahun ini, berumur 101 tahun. Masih tetap menjadi Parade Thanksgiving yang paling hebat. Pun di era digital ini, parade New York bisa menyesuaikan diri dengan zaman. Yang menonton secara live pun mencapai 10 juta orang.

Kini untuk menonton Parade New York memang tidak harus pergi ke New York. Bahkan tidak perlu membeli tiket VVIP. Digital live-nya bisa dipesan seolah Anda sedang duduk di tribun VVIP. Bisa juga pesan di sudut pandang mana pun. Istilahnya: multiview streaming. Untuk itu drone-drone berkamera dikerahkan di berbagai sudut pandang.

Balon-balon yang ikut parade pun sudah disesuaikan dengan zaman digital. Balon-balon itu sudah disertai efek augmented reality. Penonton live streaming bisa melihat balon-balon itu lebih hidup –dibanding nonton langsung di New York.

Efek augmented reality itu disertakan karena balon-balon yang ikut parade didominasi model tokoh-tokoh animasi. Balon-balon itu begitu besarnya sehingga akan sulit kalau misalnya akan ikut parade di Indonesia –parade apa ya yang terkenal di Indonesia?

Ukuran balon itu banyak yang setinggi gedung enam lantai. Dan itu menjadi ciri khas Parade New York. Parade Chicago lebih didominasi marching band. Juara-juara dari berbagai wilayah Amerika kumpul bersaing di Chicago. Sedang parade Philadelphia didominasi tema-tema keluarga dan Natal.

Thanksgiving tahun ini ditandai dengan rekor terbanyak orang mudik di Amerika. Juga ditandai dengan mahalnya daging kalkun –sajian wajib acara makan-makan Thanksgiving.

Saya sudah lupa rasa kalkun di perayaan Thanksgiving. Baru sekali saya ikut perayaan Thanksgiving di Amerika. Sudah lama nan lalu.

Pada hari Thanksgiving, tahun ini jatuh pada 27 November lalu, keluarga kumpul. Yang laki-laki nonton siaran langsung sepak bola Amerika. Para wanitanya ngobrol bergosip di ruangan keluarga.

Saya juga baru sekali nonton parade New York. Memang sangat mengesankan. Begitulah negara kaya melakukan parade. Serba besar dan berkualitas.

Presiden Donald Trump sendiri memanfaatkan Thanksgiving untuk posting misinya di medsos. Bukan untuk mengucapkan selamat hari raya, tapi untuk yang satu ini: pernyataan sikapnya yang anti imigrasi. Imigran, katanya, telah memakan jatah makannya orang Amerika.

Trump memanfaatkan acara makan-makan itu untuk menyadarkan orang Amerika bahwa sebagian makannya telah direbut oleh imigran.

Apalagi dua hari sebelum Thanksgiving tahun ini terjadi tragedi: seorang imigran asal Afghanistan menembak dua tentara Amerika: Sarah Beckstrom (gadis 20 tahun) dan Andrew Wolfe (24 tahun). Sarah meninggal di rumah sakit. Andrew dalam keadaan kritis. Dua orang tentara itu sedang bertugas di ibu kota. Keduanya bagian dari tentara federal yang ditugaskan Trump ikut memberantas kriminalitas di Washington DC.

Trump memang punya program khusus bidang imigrasi. Yang sudah telanjur mendapat kewarganegaraan akan ditinjau ulang. Yang sedang mengajukan diperketat. Yang belum masuk Amerika dicegah.

Penembak dua tentara itu bernama Rahmanullah Lakanwal. Umurnya 29 tahun. Anaknya lima.

Rahmanullah adalah bagian dari 60.000 orang Afghanistan yang masuk Amerika di zaman Presiden Joe Biden. Yakni setelah Amerika menarik diri dari perang Afghanistan yang sudah berlangsung 12 tahun.

Saat masih di Afghanistan Rahmanullah bekerja untuk tentara Amerika. Ia bagian dari operasi intelijen Amerika CIA.

Maka ketika Amerika mundur dari perang Afghanistan, orang seperti Rahmanullah ikut lari ke Amerika. Kalau tetap tinggal di Afghanistan hidupnya terancam. Ia akan dianggap sebagai pengkhianat bangsa.

Di Amerika ia tinggal di negara bagian Washington. Yakni di satu kota dekat perbatasan Kanada.

Dari rumahnya di pantai barat negara bagian Washington itu Rahmanullah bermobil membelah benua Amerika menuju pantai timur Amerika: Washington DC.

Di ibu kota itulah ia mengarahkan senjata ke jajaran tentara secara membabi buta. Setelah dua tentara tersungkur beberapa tentara meringkusnya. Sampai hari ini belum diketahui motifnya. Amerika langsung menggolongkannya sebagai teroris.

Tentu sangat menarik menunggu pengungkapan motif penembakan itu. Terutama karena ia pernah bekerja sebagai CIA. Tentu problem besar bagi Trump: 60.000 orang Afghanistan itu tidaklah sedikit. Semua minta suaka. Trump memperketat syarat suaka.

Trump ingin memanfaatkan isu pengungsi dari Afghanistan ini untuk menjatuhkan nama Biden. Tahun depan adalah tahun Pemilu di sana.

Baru kali ini perayaan Thanksgiving dipakai untuk memanaskan suhu politik. Sekalian bisa untuk mengalihkan perhatian dari keluhan masyarakat mengenai naiknya harga-harga barang –termasuk harga daging kalkun.(Dahlan Iskan)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |