Menlu RI Tegaskan Indonesia Siap Jadi Penengah Konflik Iran vs As-Israel

17 hours ago 13

Beranda Internasional Menlu RI Tegaskan Indonesia Siap Jadi Penengah Konflik Iran vs As-Israel

Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran.

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyampaikan sikap Presiden Prabowo Subianto yang kembali menegaskan kesiapan Indonesia untuk berperan sebagai mediator dalam meredakan ketegangan di Timur Tengah, menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Namun demikian, upaya tersebut hanya dapat dilakukan apabila kedua pihak, yakni Iran dan Amerika Serikat, sama-sama membuka ruang untuk negosiasi untuk mengakhiri konflik bersenjata tersebut.

“Ya, seperti yang disampaikan bahwa jika kedua belah pihak berkeinginan, ya kita, Pak Presiden bersedia untuk menjadi mediator. Tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu (tak ingin ada negosiasi), ya kita kembalikan kepada mereka,” ujar Menlu Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Rabu (4/3/2026).

Ia menegaskan, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo siap mengambil peran sebagai jembatan komunikasi antara AS dan Iran. Pemerintah Indonesia menawarkan diri sebagai fasilitator demi terciptanya perdamaian.

BACA JUGA: Ayatollah Ali Khamenei Tewas Diserang AS–Israel, Iran Umumkan 40 Hari Berkabung

“Yang pasti, Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa bagaimana kita bisa menjadi jembatan dari perbedaan, menawarkan kesiapan kita, menawarkan diri kita,” ucap Sugiono.

Sugiono juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran beberapa hari sebelumnya. Dalam percakapan itu, Indonesia menyampaikan penyesalan atas gagalnya perundingan antara AS dan Iran yang berujung pada meningkatnya eskalasi konflik.

“Beliau menelepon saya, kemudian menjelaskan posisi Iran. Tentu saja kami menyampaikan juga sikap Indonesia bahwa kita menyesalkan perundingan yang terjadi kemudian gagal, yang berakibat pada terjadinya eskalasi,” ucap Sugiono.

Selain itu, ia kembali menekankan pentingnya kedua negara kembali ke meja perundingan demi mencegah konflik semakin meluas. Indonesia, lanjutnya, juga menegaskan komitmen terhadap penghormatan integritas dan kedaulatan wilayah setiap negara.

“Kita juga menekankan lagi prinsip-prinsip penghormatan kita terhadap integritas wilayah, terhadap kedaulatan wilayah satu negara. Kemudian kita juga menekankan kembali pentingnya untuk kembali ke meja perundingan,” tutur dia.

“Dan juga yang pasti, kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut. Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau terima,” jelas Sugiono.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengundang para mantan Presiden dan Wakil Presiden RI, eks menteri luar negeri, serta para ketua umum partai politik ke Istana Jakarta pada Selasa (3/3/2026).

Pertemuan tersebut salah satunya membahas situasi geopolitik di Timur Tengah yang memanas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir. (cr1)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |