Beranda Satelit Lapak Takjil Siswa Berkebutuhan Khusus Disambangi Wali Kota Bekasi
FOTO BERSAMA: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (tengah) saat berkunjung ke lapak jualan takjil siswa SLB di Jalan Komodo, Perumnas 1, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (27/2). FOTO: ISTIMEWA
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penjualan takjil Ramadan yang dijajakan para pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Kembar Karya Pembangunan III Kota Bekasi mendapat perhatian Wali Kota Bekasi.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menyambangi langsung lapak takjil yang berada di Jalan Komodo Raya Perumnas 1, Bekasi Selatan, Jumat (27/2).
Kepala SLB Kembar Karya Pembangunan III, Vivi Sukmawati, mengaku bangga dan terharu karena kegiatan siswa mendapat perhatian langsung dari orang nomor satu di Kota Bekasi.
“Kami bangga dan bahagia sekali karena tanggapan beliau sangat positif. Kami juga tidak menyangka setelah komunikasi, keesokan harinya Pak Wali langsung datang,” ujarnya, saat dihubungi Minggu (1/3).
Meski demikian, hingga saat ini pihak sekolah mengaku belum menerima bentuk dukungan lanjutan dari Pemerintah Kota Bekasi setelah kunjungan tersebut.
“Sampai sekarang belum ada bantuan atau program lanjutan. Waktu itu beliau hanya datang dan membagikan takjil kepada warga,” katanya.
Menurutnya, perhatian pemerintah sangat dibutuhkan agar siswa SLB memiliki keterampilan yang memadai untuk mandiri setelah lulus sekolah.
Ia berharap Pemerintah Kota Bekasi dapat membuka peluang pelatihan vokasi bagi siswa SLB, seperti pelatihan tata boga, tata busana, tata rias hingga kewirausahaan.
“Selama ini pembelajaran vokasi di sekolah masih sebatas kemampuan guru. Kami berharap anak-anak bisa ikut pelatihan dari tenaga profesional supaya benar-benar siap bekerja,” ujarnya.
Pihak sekolah juga berencana mengembangkan koperasi sekolah menjadi kafe yang dikelola siswa. Untuk mewujudkan rencana tersebut, sekolah membutuhkan dukungan pelatihan usaha termasuk pelatihan barista dan pengelolaan usaha kecil.
“Kami ingin anak-anak punya kesempatan belajar lebih luas. Kalau ada pelatihan dari pemerintah, kami sangat berharap bisa dilibatkan,” katanya.
Ia menjelaskan, selama ini program pembinaan untuk siswa SLB lebih banyak berasal dari pemerintah provinsi karena kewenangan SLB berada di tingkat provinsi. Sementara di tingkat kota, menurutnya, dukungan masih sangat minim.”Kalau dari provinsi ada, tapi terbatas. Kalau di tingkat kota sejauh ini belum ada,” ujarnya.
Menurutnya, perhatian pemerintah daerah sangat penting karena para siswa SLB juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh kesempatan bekerja dan hidup mandiri.
“Kami ingin anak-anak SLB bisa mandiri dan punya keterampilan. Jangan dipandang sebelah mata, karena mereka juga punya hak yang sama seperti yang lain,” ujarnya.
Ia berharap perhatian yang muncul setelah kegiatan siswa berjualan takjil viral di media sosial dapat menjadi awal keterlibatan Pemerintah Kota Bekasi dalam pembinaan siswa SLB secara berkelanjutan.”Kami berharap ini bukan hanya perhatian sesaat, tetapi bisa berlanjut menjadi dukungan nyata untuk anak-anak kami,” tutupnya. (rez)

4 hours ago
7

















































