Kronologi Tumbler Penumpang KRL Hilang hingga Bikin Heboh

3 days ago 17

Beranda Berita Utama Kronologi Tumbler Penumpang KRL Hilang hingga Bikin Heboh

Tumbler milik Anita. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI, BEKASI — Sebuah kisah kehilangan tumbler mendadak menjadi pusat perhatian jagat maya.

Cerita yang awalnya tampak sepele itu berubah jadi perbincangan besar setelah Anita, seorang penumpang KRL, membagikan pengalamannya kehilangan tumbler dari cooler bag yang tertinggal di rangkaian Tanah Abang–Rangkasbitung. Apa yang membuat kasus ini begitu heboh?

Kronologi

Pada Senin (24/11) sekitar pukul 19.00 WIB, Anita menaiki KRL dari Stasiun Tanah Abang menuju Rangkasbitung. Ia turun di Stasiun Rawa Buntu sekitar pukul 19.40 WIB. Baru setelah melangkah keluar stasiun, ia tersadar bahwa cooler bag miliknya tertinggal di kereta.

Ia segera menghubungi pihak KAI untuk melaporkan barang hilang. Respon cepat datang. Anita mendapat kabar bahwa cooler bag tersebut telah diamankan petugas pada malam yang sama. Anita pun merasa lega.

Keesokan harinya, tepatnya pada Selasa, 25 November, sepulang kerja Anita mendatangi St. Rawa Buntu untuk mengambil cooler bagnya. Namun, ketika dicek, Anita tidak mendapati tumbler Tuku yang seharusnya ada di dalamnya.

Argi menjelaskan via WhatsApp bahwa pembukaan CCTV memiliki prosedur khusus dan memerlukan laporan kepolisian. Ia bahkan menawarkan solusi penggantian tumbler.

Namun, Anita dan suaminya tetap meminta agar masalah tersebut diusut tuntas dan PT KAI memberikan pertanggungjawaban atas berkurangnya isi barang yang tertinggal.

Karena tidak menemukan titik tengah, Argi kemudian menyampaikan pesan bahwa dirinya berpotensi diberhentikan oleh PT KAI karena dianggap tidak menjalankan tugas sesuai Standard Operating Procedure (SOP).

Argi mengakui bahwa sesuai SOP, setiap barang tertinggal seharusnya diperiksa lebih dulu isi di dalamnya. Ia tidak sempat melakukannya karena situasi stasiun saat itu sangat ramai.

Tidak Ada Pemecatan

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, meluruskan kabar pemecatan petugas. Ia menegaskan bahwa KAI Commuter tidak mengambil tindakan PHK sebagaimana ramai diberitakan.

“Kami perlu melakukan penelusuran lebih dulu untuk memastikan kejadian sebenarnya. KAI Commuter sendiri tidak melakukan pemecatan sebagaimana isu beredar, karena memiliki aturan dan prosedur terkait kepegawaian yang tetap mengacu pada regulasi ketenagakerjaan,” ujar Karina dikutip dari keterangannya.

Ia menjelaskan bahwa langkah awal adalah koordinasi dengan pihak mitra pengelola petugas layanan. Evaluasi internal tengah berlangsung untuk memahami kondisi lapangan secara menyeluruh.

Karina juga mengingatkan bahwa barang tertinggal di KRL menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. KAI menyediakan layanan lost and found di stasiun, dan barang yang tidak diambil dalam tenggat tertentu akan dipindah ke gudang pusat sesuai prosedur.

“Pengambilan barang tertinggal dilakukan mengikuti prosedur yang berlaku. Namun pada prinsipnya, kami tetap mengajak seluruh pengguna commuter line untuk memastikan barang bawaannya aman dan tidak tertinggal. Barang bawaan merupakan tanggung jawab pelanggan,” ujar Karina.

Minta Maaf

Usai bikin heboh Alvin dan Anita menyampaikan permohonan maaf, khususnya kepada Argi, petugas KRL Commuter Line, serta semua pihak yang terdampak dan dirugikan oleh ucapan maupun tindakan mereka.

“Beberapa hari terakhir ini banyak berita beredar dan berkembang di sosial media terkait perbuatan kami berdua. Maka dari video yang kami buat ini kami berdua ingin meminta permohonan maaf sebesar-besarnya khususnya kepada saudara Argi dan semua pihak terkait yang terkena dampak dan dirugikan atas ucapan dan perbuatan kami berdua,” ujar Alvin dalam video yang diunggah pada Kamis (27/11).

Anita menambahkan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran berharga agar tidak mengulanginya lagi di kemudian hari.

“Kami sangat sadar cara kami menyikapi kejadian ini sangat tidak bijak sehingga melukai banyak perasaan orang-orang di luar sana. Dan dari kejadian ini sebagai pembelajaran untuk kami agar lebih berhati-hati lagi ke depannya,” beber Anita.

Menutup permintaan maafnya, pasangan ini menyampaikan penyesalan mendalam karena masalah tumbler itu sempat membuat petugas KAI terancam kehilangan pekerjaan.

“Dari lubuk hati kami yang paling dalam, kami sangat meminta maaf yang sebesar-besarnya,” imbuh Anita. (oke)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |