Beranda Bisnis Kolaborasi Bea Cukai dan BBPVP Bekasi untuk Pemberdayaan Kaum Disabilitas melalui Program UMKM Naik Kelas dan PUG
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Bea Cukai berkolaborasi dengan UPTP Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi untuk meningkatkan pemberdayaan kaum disabilitas. Bertempat di Aula BBPVP, rombongan Bea Cukai yang dipimpin oleh Kepala Subdirektorat Fasilitas Impor Tujuan Ekspor, Max Franky Rori, diterima langsung oleh Kepala UPTP BBPVP, Yose Rizal, pada Senin, 24 November 2025.
Kolaborasi dan sinergi tersebut semakin terasa nyata dengan hadirnya berbagai instansi vertikal DJBC dalam kunjungan ini, yaitu Bea Cukai Bekasi, Bea Cukai Cikarang, dan Bea Cukai Jakarta. Turut hadir pula Tim PUG Kantor Pusat DJBC, sejumlah perwakilan Direktorat DJBC, Kanwil DJP Jawa Barat 3, serta Sekretariat Sekjen Kemenkeu.
Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND), Deka Kurnawan, juga turut mendampingi kunjungan tersebut. Dalam kesempatan itu, Max menyampaikan komitmen Bea Cukai untuk terus berkolaborasi dalam upaya pemberdayaan kaum disabilitas melalui berbagai program.
“Bea dan Cukai siap menindaklanjuti kunjungan ini melalui dua pendekatan program, Pertama optimalisasi peran UMKM untuk naik kelas melalui digitalisasi dan globalisasi. Kemampuan mereka yang berkebutuhan khusus dan telah mendapat pelatihan di Special Talent Corner (STC) dapat menghasilkan produk UMKM yang berkualitas. Ini harus ditindaklanjuti dengan pemasaran dan penjualan di dalam dan luar negeri dengan bersinergi dan mengoptimalkan peran agen fasilitas di kantor vertikal Bea dan Cukai,” ujar Max.
Max menambahkan bahwa pendekatan program kedua melalui program PUG atau Pengarus Utamaan Gender yang menekankan pentingnya memberikan akses yang adil dan terbuka bagi pemberdayaan kaum berkebutuhan khusus.
Yose Rizal menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan wujud nyata sinergi antar kementerian/lembaga dalam mendukung program pemberdayaan UMKM berorientasi ekspor yang inklusif, khususnya bagi UMKM disabilitas. Peningkatan kemampuan kaum disabilitas juga sekaligus akan menjadi modalitas bagi mereka.
“Kolaborasi ini akan memperkuat komunikasi untuk membuka peluang dan akses pasar yang lebih luas bagi teman-teman disabilitas lulusan pelatihan BBPVP. Melalui sinergi antar KL yang memberikan peluang besar bagi kaum berkebutuhan khusus,” ungkap Yose.
Pada akhir kunjungan rombongan juga melihat workshop di Special Talent Corner (STC). Dipandu oleh Nurhayati, founder dari Nurvan Kreatif, sebuah entitas di Bekasi yang dikenal karena kolaborasinya dalam pelatihan produktivitas dan pengembangan UMKM oleh kaum disabilitas khususnya tuna rungu dan mental.
Mereka dilatih memproduksi souvenir dengan teknik patchwork dan quilting. Produk mereka kemudian di pasarkan dengan menggandeng sejumlah perusahaan di Bekasi di antaranya Toyota Boshoku Indonesia dan Omron.
Kegiatan ini juga memperkuat komitmen Kemenkeu terhadap Pengarusutamaan Gender (PUG) dan dalam rangka menyambut Hari Disabilitas Internasional 3 Desember. (*)

3 days ago
20

















































