Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran Lahan di Kota Bekasi

6 hours ago 7

Petugas Disdamkarmat Kota Bekasi memadamkan api. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Musim kemarau mulai memantik ancaman baru di Kota Bekasi. Dalam dua bulan terakhir, puluhan kebakaran didominasi lahan kosong, alang-alang, hingga tumpukan sampah yang dipicu kondisi kering serta aktivitas warga yang abai, mulai dari membakar sampah hingga membuang puntung rokok sembarangan.

Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi mencatat, sepanjang Juni dan Juli terdapat 32 kejadian kebakaran yang menyasar lahan kosong, alang-alang, maupun lapak rongsok.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kota Bekasi, Muhammad Reward Aprial, mengatakan 14 kejadian terjadi pada Juni dan 18 kejadian lainnya pada Juli.

“Berdasarkan data kejadian kebakaran dua bulan ini, ada 14 kejadian di bulan Juni dan 18 kejadian di bulan Juli untuk lahan kosong, alang-alang, atau lapak rongsok,” ujar Reward, Rabu (29/7).

Menurut dia, pembakaran sampah menjadi salah satu dugaan penyebab munculnya sejumlah kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering.

“Dalam keadaan ditunggu sekalipun, api tidak bisa diprediksi. Dengan alasan apa pun kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah,” tegasnya.

Potensi kebakaran semakin besar apabila lahan kosong berbatasan langsung dengan permukiman warga. Selain itu, Disdamkarmat juga mewaspadai kebakaran di area pinggir jalan tol karena dapat mengganggu aktivitas lalu lintas dan berdekatan dengan kawasan hunian.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap tumpukan sampah lama. Material sampah yang mudah terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih panjang karena bara api dapat bertahan di bagian dalam tumpukan.

“Tumpukan sampah kalau terbakar tidak mudah dipadamkan. Bagian atas terlihat padam, tetapi di bawahnya masih berpotensi menyimpan api sehingga harus terus dibanjiri air,” jelas Reward.

Mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran saat puncak kemarau, sejumlah wilayah mulai melakukan pembersihan lingkungan. Di Bekasi Utara, misalnya, petugas kebersihan bersama warga membersihkan sampah liar di lahan kosong hingga saluran air di Kampung Teluk Buyung, Kelurahan Margamulya.

Kepala UPTD Kebersihan Bekasi Utara, Dedin Supriyadi, mengatakan kondisi lahan yang kering membuat kawasan tersebut rentan terbakar apabila warga membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah.

“Wilayah ini cukup kering sehingga sangat rentan terbakar. Kami mengingatkan warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun membakar sampah,” katanya.

Selain pembersihan lingkungan, pihaknya juga melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah dan bahaya pembakaran sampah melalui pemasangan spanduk imbauan di sejumlah titik.

“Sesuai arahan wali kota, kami terus mengimbau warga agar tidak membakar sampah. Selain mencemari udara, tindakan itu sangat berbahaya dalam kondisi cuaca kering seperti sekarang,” tambahnya.

Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau di Pulau Jawa berlangsung pada Agustus hingga September. Fenomena El Nino yang berada pada kategori sangat kuat turut meningkatkan risiko kekeringan, termasuk ancaman kebakaran lahan yang perlu diwaspadai masyarakat. (sur)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |