Hutan Kota Bekasi Terbakar, Pengawasan Diperketat

3 hours ago 7

TERBAKAR: Polres Metro Bekasi Kota memasang garis polisi di area hutan kota yang terbakar pada Senin (21/9) malam.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Hutan Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani, terbakar Senin (21/9) malam. Tumpukan daun kering yang memenuhi lantai hutan membuat kobaran cepat merambat dan mengancam kawasan hijau tersebut.

Informasi yang diterima Radar Bekasi, kebakaran terjadi sekitar pukul 22.32 WIB. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi langsung diterjunkan ke lokasi. Sekitar satu jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman.

Satu unit mobil tangki air milik UPTD Taman Hutan Kota turut dikerahkan untuk membantu pemadaman. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 150 hingga 200 meter persegi.

Kepala UPTD Taman Hutan Kota Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi Ahmad Jaenudin mengatakan, sebelum kebakaran terjadi, kondisi kawasan masih aman. Pengawas baru meninggalkan lokasi sekitar pukul 21.00 WIB.

”Kira-kira jam sembilan itu pengawas dari hutan kota baru keluar. Kemungkinan sekitar jam sepuluh malam kejadiannya. Kita juga kurang tahu, tiba-tiba api sudah membesar,” ungkapnya, Selasa (22/9).

Lokasi yang terbakar berada di sisi hutan kota, persis di dekat pagar pembatas dengan pedestrian Jalan Ahmad Yani. Pagar yang relatif rendah membuat kawasan tersebut dapat dimasuki dari luar tanpa harus melewati gerbang utama.

Celakanya, bagian lantai hutan saat ini dipenuhi daun kering. Memasuki musim kemarau, material organik tersebut menumpuk lebih banyak dari biasanya sehingga mudah berubah menjadi bahan bakar ketika tersulut api.

Jaenudin menduga kebakaran dipicu aktivitas pembakaran sampah oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Namun, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan.

”Area yang terbakar diperkirakan 150 sampai 200 meter persegi,” katanya.

Selama ini, daun kering di kawasan hutan kota dibersihkan secara rutin. Sampah tersebut dikirim ke rumah kompos dan sebagian diolah melalui lubang kompos organik yang tersedia di dalam kawasan.

Penyiraman kawasan juga dilakukan setiap pagi dan sore. Namun, kebakaran pada malam hari menjadi alarm bagi pengelola untuk memperkuat pengawasan ketika kawasan mulai sepi.

”Ini menjadi pembelajaran untuk kita. Pengawasan akan lebih ekstra lagi,” ujar Jaenudin.

Rencananya, UPTD Taman Hutan Kota menambah pengawasan malam dengan menyiagakan sekitar dua petugas. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi akses orang dari luar sekaligus mencegah kejadian serupa kembali mengancam kawasan hutan kota.

”Rencananya kita adakan piket malam sekitar dua orang,” tandasnya.(sur)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |