Beranda Lifestyle Kesehatan Jangan Panik! dr. Tirta Tegaskan Asam Lambung Bukan Penyebab Kematian Mendadak
dr. Tirta Mandira Klarifikasi Hoaks GERD Bikin Kematian Mendadak. Foto: Instagram
RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Belakangan ini, media sosial ramai dengan narasi yang mengaitkan asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) sebagai penyebab kematian mendadak. Isu ini menyebar luas, memicu kekhawatiran terutama di kalangan penderita gangguan lambung, dan viral di berbagai platform digital.
Narasi tersebut menimbulkan ketakutan publik karena banyak warganet menyebarkan informasi bahwa naiknya asam lambung bisa langsung memicu kematian. Situasi ini membuat bingung masyarakat yang tidak memiliki latar belakang medis.
Menanggapi isu tersebut, dr. Tirta Mandira Hudhi memberikan klarifikasi melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya.
Dalam video itu, dr. Tirta menyatakan rasa kesalnya terhadap warganet yang menyebarkan informasi menyesatkan dan menyerang tenaga medis yang berupaya memberikan edukasi kesehatan.
“Saya terpaksa banget buat video agak ngegas kayak gini garagara apa? Garagara sejawat saya nih seniorsenior saya, dosen-dosen saya di bidang perjantungan digoblok-gobloki,” ujar dr. Tirta.
Ia menegaskan bahwa GERD tidak ada hubungannya langsung dengan serangan jantung atau kematian mendadak. Menurutnya, kematian mendadak (sudden death) biasanya berkaitan dengan gangguan serius pada organ vital seperti jantung atau otak, berbeda secara mekanisme dengan gangguan asam lambung.
Tirta menjelaskan bahwa meski GERD bisa menimbulkan gejala yang tidak nyaman, seperti:
- Nyeri atau sensasi panas di dada
- Rasa asam di tenggorokan
- Perasaan berdebar akibat rasa nyeri
“Berdebar yang dirasakan penderita GERD biasanya karena rasa nyeri, bukan karena irama jantung bermasalah,” tegasnya.
Dengan penjelasan ini, masyarakat diingatkan untuk tidak mengaitkan keluhan lambung ringan dengan risiko kematian mendadak.
Baca Juga: Bau Mulut Saat Puasa? Lakukan 5 Tips Ini Agar Napas Tetap Fresh
Fenomena viralnya informasi kesehatan tanpa dasar ilmiah di media sosial dapat menyesatkan publik dan menimbulkan kepanikan kolektif. Klarifikasi dr. Tirta menjadi pengingat bahwa masyarakat harus berhati-hati menerima informasi medis dari sumber tidak resmi.
Beberapa tips yang disarankan:
- Jangan langsung mempercayai informasi medis viral tanpa rujukan ilmiah.
- Cek ulang sumber informasi, seperti jurnal medis atau situs resmi Kementerian Kesehatan.
- Konsultasikan langsung ke tenaga kesehatan profesional jika merasa khawatir.
Dengan memahami konteks ilmiah dan memverifikasi informasi, publik dapat menghindari kepanikan yang tidak perlu dan membuat keputusan kesehatan yang lebih tepat.
Tirta menekankan, edukasi medis yang benar tetap menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terjebak mitos dan hoaks kesehatan di media sosial. (ce2)

4 hours ago
9

















































