Guru madrasah di Kota Bekasi. FOTO: DOKUMEN/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI — Kabar baik bagi guru madrasah non-ASN (aparatur sipil negara). Kementerian Agama (Kemenag) memastikan insentif sebesar total Rp1,5 juta akan dicairkan pada akhir Juni 2026.
Besaran insentif tersebut ditetapkan Rp250 ribu per bulan. Merujuk pola pencairan tahun sebelumnya, insentif guru madrasah non-ASN biasanya dibayarkan dalam dua tahap.
Periode Januari–Juni dibayarkan pada akhir Juni, sementara periode Juli–Desember dibayarkan pada akhir tahun. Pada 2025 lalu, total anggaran insentif guru madrasah non-ASN mencapai Rp897 miliar.
“Alhamdulillah, tahun baru ini kita awali dengan berbagi kabar baik. Insya Allah, insentif guru madrasah non-ASN akan mulai cair pada akhir Juni 2026,” kata Menag Nasaruddin Umar, Rabu (17/6), sebagaimana ditulis Jawa Pos.
Nasaruddin mengapresiasi Tim Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kemenag karena sudah bekerja keras menyiapkan kelengkapan administratif. “Mengingat jumlah penerimanya yang sangat banyak,” katanya.
Buku Rekening Kolektif
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amin Suyitno menambahkan, saat ini pihaknya tengah merampungkan buku rekening kolektif bagi guru madrasah non-ASN penerima insentif. “Ini tentu perlu waktu dan kerja keras tim GTK Madrasah,” ujar Amin.
Dia mengatakan, nantinya setiap guru akan menerima insentif sebesar Rp 1,5 juta. Uang tersebut bakal langsung masuk ke rekening masing-masing guru. Dana atau insentif tersebut sebagai wujud apresiasi negara untuk para guru yang belum atau bukan berstatus ASN. (wan/ttg)
Jumlah Guru di Madrasah (Data 2025)
Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri : 41.494 orang
Madrasah Ibtidaiyah (MI) Swasta : 259.966 orang
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri : 58.863 orang
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta : 209.210 orang
Madrasah Aliyah (MA) Negeri : 39.802 orang
Madrasah Aliyah (MA) Swasta : 107.007 orang
Sumber: Kemenag

18 hours ago
13

















































