Beranda Pendidikan Guru Inti di Bekasi Dibekali Pelatihan Penggunaan Smartboard untuk Dampingi Rekan di Sekolah
PEMBELAJARAN: Para siswa SD Al Marzukiayah Bekasi, mengikuti pembelajaran menggunakan IFP atau Smartboard di kelas. FOTO: ISTIMEWA
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah perwakilan guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Bekasi mengikuti pelatihan penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau Smartboard. Pelatihan ini diikuti satu hingga dua guru dari masing-masing sekolah. Guru perwakilan atau guru inti yang telah dilatih kemudian berperan memberikan dukungan langsung dan kontekstual di sekolah mereka sendiri.
“Guru yang sudah mengikuti pelatihan, berfungsi sebagai agen perubahan dan motivator bagi rekan-rekan mereka, untuk menciptakan rasa kepemilikan dalam inisiatif digitalisasi sekolah,” kata Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Bekasi, Sayuti, kepada Radar Bekasi.
Ia menjelaskan, proses pengimbasan tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi mencakup pendampingan dan tindak lanjut, agar penerapan teknologi berlangsung berkelanjutan dan efektif di kelas.
“Kami menunjuk 1-2 guru yang antusias dan kompeten secara teknis untuk mengikuti pelatihan intensif,” ujarnya.
Lanjut Sayuti, guru perwakilan menerima pelatihan mendalam tentang fitur teknis panel interaktif digital dan strategi, lalu mengintegrasikannya ke dalam kurikulum dan metode pengajaran.
“Guru perwakilan, merencanakan jadwal dan metode pengimbasan di sekolah asal mereka, untuk melatih rekan-rekan guru lainnya,” beber Sayuti.
Hal senada disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Citra Mutiara Kabupaten Bekasi, Prawiro Sudirjo. Ia menekankan, guru perwakilan harus melakukan pendampingan berkelanjutan, membantu guru lain yang mengalami kesulitan, dan mengevaluasi efektivitas penggunaan panel interaktif dalam pembelajaran.
“Tentu saja guru perwakilan ini harus melakukan pendampingan berkelanjutan, untuk membantu guru lain yang mengalami kesulitan, serta mengevaluasi efektivitas penggunaan panel interaktif dalam pembelajaran,” terangnya.
Prawiro mengungkapkan, untuk di sekolah-nya, belum mendapatkan jadwal pelatihan dari pemerintah pusat, karena dilakukan secara bertahap.
Sementara sambil menunggu jadwal pelatihan bagi guru perwakilan yang akan diutus, dalam mengoperasikan papan interaktif digital yang sudah ada, pihak sekolah memanfaatkan tutorial yang tersedia di YouTube.
“Sebelum mendapat jadwal pelatihan, dalam mengoperasikan papan interaktif digital ini, kami memanfaatkan tutorial yang ada di YouTube,” ujar Prawiro.
Menurutnya, pelatihan ini sangat penting, termasuk penyediaan waktu, fasilitas, dan motivasi bagi guru yang mengimbas dan yang diimbas.
“Memang guru perwakilan harus dibekali panduan, modul, atau tutorial yang mudah diakses dan dipahami,” tuturnya.
Diakui Prawiro, model ini terbukti efektif dalam mempercepat adopsi teknologi dan membangun ekosistem digital di sekolah secara bertahap dan terstruktur. (dew)

5 days ago
23

















































