Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Ini Alasannya

4 hours ago 7

Gubernur BI Perry Warjiyo mengundurkan diri. Foto: Dok. YouTube BI.

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Pengumuman mundur orang nomir satu di BI itu diumumkan pada Senin (27/7/2026).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan, Presiden Prabowo telah menerima pengunduran diri Perry Warjiyo disertai ucapan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan selama tujuh tahun menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia.

“Bapak presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo dan disertai ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian beliau selama 7 tahun lamanya,” kata Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Bank Indoneini Senin, (27/7) pagi ini.

BACA JUGA: Polisi Koordinasi dengan Bank Indonesia Terkait Cacahan Kertas Diduga Uang Rupiah di TPS Liar Setu Bekasi

Prasetyo mengungkapkan, surat pengunduran diri Perry Warjiyo secara resmi telah diterima Presiden Prabowo Subianto sehari sebelumnya, sehingga proses administrasi pemberhentian mulai ditindaklanjuti pemerintah.

“Per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden,” imbuhnya.

Perry Warjiyo merupakan kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 1959, yang telah lama berkarier di lingkungan Bank Indonesia sebelum menduduki jabatan tertinggi di lembaga tersebut.

Ia tercatat pertama kali dipercaya memimpin Bank Indonesia untuk periode 2018–2023. Setelah masa jabatan pertamanya berakhir, ia kembali mendapat kepercayaan sebagai Gubernur BI untuk periode 2023–2028.

Dalam bidang akademik, Perry menyelesaikan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1982. Ia kemudian melanjutkan studi ke Iowa State University, Amerika Serikat, hingga meraih gelar Master pada 1989 dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) pada 1991.

Sebelum diangkat menjadi Gubernur Bank Indonesia, Perry lebih dahulu menjabat sebagai Deputi Gubernur BI pada periode 2013–2018, dengan pengalaman panjang dalam merumuskan kebijakan moneter nasional.

Adapun, pada rentang 2009 hingga 2013, Perry juga dipercaya sebagai Asisten Gubernur Bidang Kebijakan Moneter, Makroprudensial, dan Internasional, sekaligus menjabat Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia, yang memperkuat rekam jejaknya dalam pengelolaan kebijakan ekonomi nasional. (zak)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |