Green School Dimulai, Ketua DPRD Sardi Ajak Siswa Jadi Pelopor Lingkungan

4 hours ago 5

Beranda Bekasi Green School Dimulai, Ketua DPRD Sardi Ajak Siswa Jadi Pelopor Lingkungan

Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menegaskan upaya mengatasi persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur atau teknologi. Perubahan pola pikir dan budaya peduli lingkungan, menurutnya, harus dimulai sejak usia dini melalui dunia pendidikan.

Pesan tersebut disampaikan Sardi saat menghadiri pencanangan program Green School di SDN Aren Jaya 1, Kecamatan Bekasi Timur belum lama ini. Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal membangun kesadaran siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menanamkan kebiasaan mengelola sampah secara benar sejak di bangku sekolah.

“Hari ini kita tumbuhkan kesadaran melalui pendidikan dan edukasi,” kata Sardi.

Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan. Lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan nyaman tidak hanya mendukung proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Sekolah yang sejuk, indah, bersih, dan menjadi contoh dalam menjaga lingkungan. Kesadaran lingkungan harus dimulai dari sekolah karena anak-anak inilah yang akan menjadi generasi penerus Kota Bekasi,” ujarnya.

Selain menanamkan budaya memilah dan mengelola sampah di sekolah, Sardi mengungkapkan Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD juga tengah mendorong penyelesaian persoalan sampah melalui pendekatan teknologi. Salah satunya dengan menyiapkan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang yang digadang-gadang menjadi solusi jangka panjang bagi pengelolaan sampah perkotaan.

Ia menjelaskan, fasilitas tersebut nantinya ditargetkan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah setiap hari dan menghasilkan energi listrik hingga 15 megawatt. Kehadiran PSEL diharapkan tidak hanya mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga mengubah citra Bantargebang menjadi pusat pengolahan sampah modern.

“Doakan Kota Bekasi segera memiliki teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik. Nantinya sekitar 1.000 ton sampah per hari dapat diolah dan menghasilkan listrik hingga 15 megawatt. Dengan begitu, Bantargebang tidak lagi identik sebagai gunung sampah, tetapi menjadi pusat pengolahan sampah modern yang bermanfaat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Sardi juga berdialog dengan para siswa mengenai kebiasaan membuang dan memilah sampah. Ia mengingatkan bahwa persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

“Untuk adik-adik siswa, fokuslah pada pemilahan sampah di lingkungan sekolah. Sampah harus dipisahkan sesuai jenisnya agar mudah dikelola. Sementara pemerintah dan DPRD akan terus berupaya menghadirkan sistem pengolahan sampah yang lebih baik dan ramah lingkungan,” pungkasnya.(adv/*)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |