Gempar Hantavirus, Kadinkes Kota Bekasi Ungkap Fakta Ini

5 hours ago 11

Beranda Bekasi Gempar Hantavirus, Kadinkes Kota Bekasi Ungkap Fakta Ini

Hewan Tikus yang termasuk golongan hewan pengerat. Foto: Freepik.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Masyarakat dunia dihebohkan dengan ancaman penyakit menular hantavirus yang viral usai menewaskan 3 orang di kapal pesiar MV Hondius yang sedang berlayar di Samudra Atlantik, menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Hantavirus merupakan virus zoonosis yang dibawa hewan pengerat dan sangat beresiko menular ke manusia melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi melalui urine, air liur, atau kotorannya.

Menanggapi hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, mengonfirmasi bahwa penyebaran hantavirus belum terdeteksi di wilayah Kota Patriot.

BACA JUGA: Dinkes: 11 Korban Kebakaran SPBE Cimuning Masih Dirawat di RS

“Hanta virus belum terdeteksi di Kota Bekasi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, saat dihubungi radarbekasi.id, Jumat (8/5/2026).

Satia menyebut penyakit ini bisa berdampak dan bersiko pada kesehatan apabila terkena 2 infeksi yaitu:

HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome): Dikenal sebagai hantavirus “New World” yang bisa menyebabkan gangguan paru-paru berat.

“Hantavirus pulmonary syndrome (HPS)
Seseorang yang mengalami manifestasi klinis HPS memiliki kemungkinan kematian yang cukup tinggi, yakni sebesar 40-50%,” katanya.

Kemudian infeksi HFRS (Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome), dikenal sebagai hantavirus “Old World” yang bisa menyebabkan gangguan ginjal akut.

“Seseorang yang mengalami manifestasi klinis HFRS umumnya memiliki resiko kematian 5-15%,” jelasnya.

Pada umumnya gejala infeksi Hantavirus mirip flu seperti: Demam tinggi selama tiga hingga empat hari (di atas 38°C), sakit kepala, nyeri perut, dan disertai nyeri punggung.

Lebih jauh, Dinkes Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan penyebaran Hantavirus melalui pengendalian hewan pengerat serta mencegah kontak dengan urin, tinja, air liur, dan tempat bersarangnya.

Adapun terkait upaya mencegah kontak dengan urin, tinja, dan air liur hewan pengerat yang terinfeksi Hantavirus dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

• Menutup lubang di dalam atau di luar rumah untuk mencegah masuknya rodensia ke dalam rumah atau tempat kerja.

• Menempatkan perangkap tikus di sekitar rumah atau tempat kerja untuk mengurangi populasi rodensia.

• Melindungi makanan atau minuman dari kemungkinan kontaminasi rodensia dengan cara ditutup menggunakan tudung saji atau disimpan pada wadah tertutup. (zak)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |