Beranda Berita Utama 2.081 Warganet Tandatangani Petisi Menolak Pembangunan Lapangan Padel Dekat Asshodriyah Islamic School Jatibening
Petisi di laman Change.org bertajuk "Menolak pembangunan lapangan padel dekat SD Asshodriyah Islamic School Jatibening". FOTO: DOKUMEN/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pembangunan lapangan padel di Jalan Raya Caman Raya, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, menuai penolakan dari orangtua murid Asshodriyah Islamic School (AIS).
Penolakan itu muncul melalui petisi daring di laman Change.org bertajuk “Menolak pembangunan lapangan padel dekat SD Asshodriyah Islamic School Jatibening”. Petisi tersebut terpantau dibuat pada Rabu (1/5). Hingga Jumat (8/5) pukul 13.00 WIB, sebanyak 2.081 warganet telah menandatangani petisi sebagai bentuk dukungan.
“Kami, para orangtua murid dari SD Asshodriyah Islamic School yang beralamat Jl. Caman Raya No. 99 Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, merasakan keresahan yang mendalam terhadap rencana pembangunan lapangan padel yang berdekatan dengan lingkungan sekolah,” bunyi petisi yang Radar Bekasi lihat, Jumat (8/5).
Dalam petisi itu disebutkan, SD Asshodriyah selama ini dikenal memiliki suasana belajar yang tenang dan kondusif. Namun, kondisi tersebut dinilai terancam oleh potensi kebisingan yang akan ditimbulkan dari lapangan padel tersebut.
“Kami percaya bahwa ketenangan dan kenyamanan adalah kunci dalam mendukung proses belajar anak-anak kami,” tulisnya.
Petisi itu juga menyinggung sejumlah penelitian terkait dampak kebisingan terhadap proses belajar. Disebutkan, lingkungan belajar yang bising dapat mengganggu konsentrasi dan berdampak negatif terhadap prestasi akademik siswa.
“Studi menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang bising dapat mengganggu konsentrasi dan berdampak negatif terhadap prestasi akademik siswa. Menurut penelitian dari World Health Organization, kebisingan lingkungan dapat menyebabkan penurunan kemampuan anak-anak dalam memahami pelajaran serta meningkatkan tingkat stres mereka. Kami tidak ingin ini terjadi pada anak-anak kami di SD Asshodriyah,” tulisnya.
Selain itu, pembangunan lapangan padel di dekat sekolah juga dinilai menimbulkan kekhawatiran terhadap aspek keselamatan. Dalam petisi disebutkan, laporan National Institute for Occupational Safety and Health menyatakan paparan kebisingan tinggi secara terus-menerus dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Situasi tersebut dinilai tidak ideal bagi lingkungan sekolah, terlebih untuk anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
“Kami meminta pihak berwenang untuk mempertimbangkan kembali keputusan ini dan mencari lokasi alternatif yang lebih tepat untuk pembangunan lapangan padel, yang tidak mengganggu proses belajar serta kenyamanan dan keselamatan siswa,” demikian harapan dalam petisi tersebut. (oke)

5 hours ago
8

















































