Gamis “Bini Orang” Jadi Tren Busana Lebaran 2026, Mulai Diburu Warga Bekasi

8 hours ago 10

Beranda Metropolis Gamis "Bini Orang" Jadi Tren Busana Lebaran 2026, Mulai Diburu Warga Bekasi

Gamis "Bini Orang" di toko Mega Bekasi Hypermall. FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jagat media sosial tengah diramaikan tren busana Lebaran 2026 bertajuk gamis “bini orang”. Nama yang terdengar unik itu membuat model ini mulai diburu warga Bekasi.

Di Mega Bekasi Hypermall, minat masyarakat terhadap gamis tersebut mulai terasa. Pedagang Toko Putri Atire, Muti (30), memperkirakan peningkatan jumlah pembeli baru akan terjadi mendekati Hari Raya Idulfitri.

“Alhamdulillah banyak yang nyari dan kepo, namun karena baru awal puasa belum begitu ramai. Orang juga kan belum dapet THR. Mungkin menjelang Idulfitri nanti ya. Tetapi udah banyak orang yang nanya, mulai nanya udah ada yang nanya, udah ada yang laku juga,” ujar pedagang Toko Putri Atire itu kepada Radar Bekasi, Rabu (25/2).

Berdasarkan pantauan redaksi, sejumlah toko fesyen sudah memajang koleksi busana Lebaran dengan beragam model. Mulai dari gamis polos, setelan keluarga, hingga model kekinian seperti gamis ‘bini orang, rompi lepas, dan bahan organza yang sedang diminati.

Secara tampilan, gamis “bini orang” identik dengan potongan panjang yang menjuntai rapi, memberi kesan elegan. Desainnya cenderung lurus dengan siluet sederhana, namun tetap menonjolkan kesan anggun. Beberapa model memadukan material brokat dengan detail di bagian lengan.

Ada pula variasi desain high-low di bagian bawah, di mana sisi depan dibuat sedikit lebih pendek dibanding belakang. Beberapa model berlengan panjang dilengkapi aksen tali kecil di bagian pinggang untuk menciptakan tampilan lebih ramping.

“Kalau bini orang, karena lagi nge-trend sekarang ini ya, itu dari bahannya juga iya. Terus modelnya, gitu. Kalau model-model yang sekarang digemari, ya itu,” kata Muti.

Dari segi warna, lanjutnya, konsumen cenderung memilih warna-warna lembut seperti rose gold, hijau pastel, serta pilihan warna kalem lainnya yang memberi kesan feminin.

Ia menuturkan, harga satu potong gamis “bini orang” dibanderol mulai kisaran Rp200 ribu hingga Rp450 ribu. Perbedaan harga ditentukan oleh jenis bahan serta detail desain yang digunakan.

Diketahui, julukan gamis “bini orang” muncul karena para pedagang di Tanah Abang awalnya menamai model ini gamis Inara, merujuk pada gaya berpakaian Inara Rusli yang feminin, santun, namun tetap mewah.

Namun, saat itu Inara tersandung isu miring soal rumah tangganya. Julukan “bini orang” pun akhirnya muncul. Pedagang Tanah Abang menangkap istilah ini sebagai strategi pemasaran agar dagangan lebih mudah diingat dan cepat viral. Alhasil, konten dengan sebutan ini lebih sering masuk FYP dan menjadi istilah populer untuk model baju Lebaran 2026. (cr1)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |