DLH Kota Bekasi Telusuri Bau Menyengat di Kali Jakamulya

4 hours ago 10

Beranda Metropolis DLH Kota Bekasi Telusuri Bau Menyengat di Kali Jakamulya

SELIDIK: Tim gabungan bentukan DLH Kota Bekasi yang terdiri dari PPLH, UPTD Laboratorium Lingkungan, UPTD Kebersihan Bekasi Selatan, serta Pasukan Katak TNI AL, saat turun menyelidiki bau menyengat dari Kali Jakamulya. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi menindaklanjuti laporan masyarakat terkait bau menyengat yang diduga berasal dari pencemaran air di Kali Jakamulya, yang alirannya melintasi wilayah Jatiasih hingga kawasan Galaxy, Bekasi Selatan.
Dalam responsnya, DLH menerjunkan tim gabungan untuk menelusuri sumber pencemaran di lapangan.

Tim gabungan yang diturunkan terdiri dari Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH), UPTD Laboratorium Lingkungan, UPTD Kebersihan Bekasi Selatan, serta Pasukan Katak TNI AL.

Penelusuran dilakukan dengan menyusuri aliran saluran air dan sungai di wilayah yang diduga terdampak.

Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan mengatakan, penelusuran difokuskan pada dua titik, yakni wilayah hulu di Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, serta wilayah hilir di Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan.

“Petugas melakukan pengecekan langsung ke lapangan dengan menyusuri aliran drainase, melakukan pemantauan visual, serta pengambilan sampel air. Langkah ini merupakan respons cepat DLH Kota Bekasi dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat,” ujar Kiswatiningsih dalam keterangan, Minggu (11/1).

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan dan pengukuran parameter kualitas air, ditemukan sejumlah parameter yang melebihi baku mutu lingkungan.

Kadar Dissolved Oxygen (DO) tercatat sebesar 0,5 mg/L, lebih rendah dari ambang batas minimal 4 mg/L, sementara kadar klorin mencapai 1,81 ppm, melebihi batas maksimal 0,03 ppm sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021.

Pengambilan sampel air dilakukan di Kali Citra, Kelurahan Jakasetia, yang merupakan aliran lanjutan dari wilayah Jatirasa, Kecamatan Jatiasih.

Berdasarkan identifikasi visual, kondisi air di wilayah Jatirasa terpantau relatif jernih dan mulai kembali normal, meskipun bau masih tercium. Sementara itu, cemaran terakumulasi di wilayah hilir dan diperkirakan telah berlangsung selama kurang lebih dua hari.

Kiswatiningsih menambahkan, DLH Kota Bekasi juga melakukan koordinasi dengan aparat wilayah setempat untuk memperkuat pengawasan serta mengantisipasi potensi dampak pencemaran terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

“Kami terus berkoordinasi dengan aparat wilayah setempat untuk meningkatkan pengawasan dan mencegah terjadinya dampak lanjutan terhadap masyarakat maupun lingkungan,” kata Kiswatiningsih.

DLH Kota Bekasi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan berperan aktif melaporkan setiap indikasi pencemaran lingkungan melalui kanal pengaduan resmi yang tersedia. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

DLH Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas lingkungan hidup serta memastikan tidak adanya aktivitas yang dapat merugikan ekosistem dan mengganggu kenyamanan warga Kota Bekasi. (rez)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |