Dewan Saeful Soroti Aktivitas Makan Siang di Lingkungan Pemkab Bekasi saat Ramadan

4 hours ago 7

Beranda Ramadan Dewan Saeful Soroti Aktivitas Makan Siang di Lingkungan Pemkab Bekasi saat Ramadan

Anggota Banggar DPRD Kabupaten Bekasi, Saeful Islam

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Saeful Islam, menilai Maklumat Ramadan yang dikeluarkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, seharusnya lebih dulu diterapkan secara konsisten di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Saeful melihat masih banyak pedagang dan sejumlah orang di area perkantoran Pemkab Bekasi yang abai terhadap maklumat tersebut.

“Tentu harapan buat pemerintah daerah ketika mengeluarkan maklumat terkait tempat hiburan malam, resto, makan di warteg. Nah, di Pemda sendiri masih banyak ternyata sebelum zuhur sudah pada buka, banyak yang makan di situ. Ini sentilan tersendiri,” ujar Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi, Saeful Islam, kepada Radar Bekasi.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi tersebut menegaskan, Pemkab perlu menertibkan pedagang makanan yang berjualan pada siang hari selama Ramadan, terlebih yang berada di depan kompleks perkantoran pemerintah daerah.

Ia mengingatkan, dalam maklumat resmi itu pelaku usaha rumah makan dan sejenisnya diminta menyesuaikan jam operasional selama Ramadan, sementara tempat hiburan malam diwajibkan menutup usaha. Imbauan tersebut bahkan telah disebarluaskan ke masjid-masjid dan tempat hiburan.

“Harus tertibkan dong, itu kan tempat umum. Artinya, imbauan Plt Bupati enggak ada artinya di situ, malu. Disebar seluruh masjid, seluruh tempat hiburan, tapi di depan Pemda sendiri banyak yang makan sebelum zuhur,” tegasnya.

Tanpa mendiskreditkan kelompok tertentu, Saeful menilai aktivitas makan dan minum secara terbuka sebelum waktu berbuka puasa kurang elok dipandang.

“Kalau yang makan kebanyakan teman-teman LSM, teman-teman media, ngomong sambil ngerokok, kan enggak pantes. Kita harus memperbaiki diri juga. Harusnya imbauan itu berlaku untuk semua, tetapi di depan Pemda sendiri masih terbuka, malu,” ungkapnya.

“Boleh kita sebagai pemerhati sosial, tapi kita harus lihat juga dong konteksnya, hari ini lagi Ramadan, lagi puasa,” sambung wakil rakyat dari arena tarung Dapil VII Kabupaten Bekasi itu.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII Kabupaten Bekasi itu mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Ramadan 1447 Hijriah/2026 sebagai momentum introspeksi dan pembenahan diri.

“Sebetulnya ini dalam rangka perbaikan Kabupaten Bekasi semua. Kita sedang menata diri di Ramadan ini. Kalau menata diri saja enggak bisa, bagaimana menata Bekasi,” ucapnya. (pra)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |