Delapan Desa di Tamsel Berebut Kursi Kades, Camat Minta Pendukung Menahan Diri

2 hours ago 11

Beranda Satelit Delapan Desa di Tamsel Berebut Kursi Kades, Camat Minta Pendukung Menahan Diri

Camat Tambun Selatan Sopyan Hadi

RADARBEKASI.ID, TAMBUN SELATAN – Delapan desa di Kecamatan Tambun Selatan (Tamsel), Kabupaten Bekasi, menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, Minggu (20/9/2026). Meski berlangsung di wilayah dengan jumlah penduduk besar, seluruh tahapan pemungutan suara hingga pemantauan di sejumlah TPS berjalan kondusif.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan Tambun Selatan. Camat Tambun Selatan Sopyan Hadi memastikan situasi keamanan tetap terjaga dan meminta seluruh pihak mempertahankan suasana kondusif hingga proses penghitungan suara selesai.

“Alhamdulillah, Tambun Selatan kondusif. Mudah-mudahan kondusif sampai penghitungan terakhir,” kata Sopyan saat memantau pelaksanaan Pilkades di TPS 17, Cluster Bima Asri, Perumahan Dukuh Bima, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Minggu (20/9/2026).

BACA JUGA : Cuma Dua Menit! Begini Cara Warga Lambangsari Mencoblos Secara Digital

Sopyan mengatakan, Pilkades tahun ini diikuti delapan desa di Kecamatan Tambun Selatan. Sementara satu desa lainnya baru akan melaksanakan pemilihan dua tahun mendatang. Adapun satu wilayah lainnya telah berstatus kelurahan.“Kalau yang Pilkades sekarang ada delapan desa,” ujarnya.

Selain sistem konvensional, sejumlah lokasi juga menjadi bagian dari uji coba pemungutan suara secara digital. Sistem tersebut diterapkan dengan pola pengelompokan pemilih berdasarkan TPS.“Kalau sistem digital ini, satu desa satu kelompok, satu TPS satu,” jelasnya.

Namun, penerapan sistem digital belum dilakukan di seluruh TPS. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan perangkat yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.“Peralatannya kita dari provinsi, jadi mungkin karena peralatannya belum mencukupi,” katanya.

Menurut Sopyan, pembagian pemilih dalam kelompok sekitar 500 orang juga membuat proses penghitungan lebih mudah dikelola. Hasil pemungutan kemudian dihitung di desa masing-masing.“Yang digital sudah pasti dia duluan. Yang biasa juga saya pikir cepat, karena cuma 500, tinggal nanti dihitung di desa masing-masing,” ujarnya.

Ia membandingkan mekanisme tersebut dengan sistem sebelumnya yang menggunakan satu panggung dengan jumlah pemilih sangat besar. Desa Setia Mekar, misalnya, memiliki sekitar 41 ribu pemilih.

“Kalau satu panggung itu ribet. Contohnya Desa Setia Mekar, pemilihnya bisa sekitar 41 ribu. Sekarang sudah lebih nyaman karena dikelompokkan per 500, tinggal dihitung di desa masing-masing,” tuturnya.

Sopyan meminta seluruh calon kepala desa dan pendukungnya menahan diri serta menghormati hasil pemilihan untuk menjaga situasi tetap aman.“Mudah-mudahan masing-masing paslon juga menahan diri. Siapa pun yang mendapatkan rezekinya, nanti kita lihat hasilnya,” pungkasnya.(mif/net)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |