Bupati Bekasi Beri Pesan ke Sekda: Rangkul Semua ASN, Bukan untuk Kepentingan Pribadi

2 hours ago 6

Beranda Berita Utama Bupati Bekasi Beri Pesan ke Sekda: Rangkul Semua ASN, Bukan untuk Kepentingan Pribadi

DILANTIK: Endin Samsudin menjalani pelantikan sebagai Sekda Kabupaten Bekasi di Aula Gedung KH Noer Ali, Jumat (28/11). FOTO: HUMAS PEMKAB

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, memberikan pesan khusus kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi yang baru dilantik, Endin Samsudin. Ia menegaskan bahwa seorang sekda harus mampu merangkul seluruh aparatur sipil negara (ASN) demi memperkuat kinerja pemerintah daerah.

Ade menekankan bahwa sejumlah pekerjaan rumah harus segera dituntaskan. Ia mengingatkan Endin agar menjalankan tugas dengan mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Saya sudah sampaikan, tolong Pak Ndin, bapak sekarang adalah bapak dari para ASN. Bapak rangkul semua, bukan untuk kepentingan bapak (pribadi,red), tapi untuk kepentingan masyarakat kabupaten Bekasi,” ujar Ade usai melantik Endin di Aula Gedung KH Noer Ali, Jumat (28/11).

BACA JUGA: KPK Pantau Seleksi Sekda dan OPD Pemkab Bekasi

Pelantikan Endin didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Bekasi Nomor 800.1.3.3/Kep.1517-BKPSDM/2025 setelah melalui seleksi terbuka yang melibatkan BRIN, Kemendagri, dan unsur akademisi.

Ade menyebut hadirnya sekda definitif penting untuk memastikan roda birokrasi berjalan optimal. Ia meminta Endin melanjutkan capaian baik para sekda sebelum-sebelumnya dan meningkatkan kualitas kerja pada periode mendatang.

“Alhamdulillah, Pemerintahan Kabupaten Bekasi telah melantik sekda definitif. Karena kalau misalkan terlalu lama juga tidak baik untuk perjalanan atau keberlanjutan pemerintahan Kabupaten Bekasi,” katanya.

Ade juga menyinggung kondisi keuangan daerah yang terdampak penurunan Transfer Kas Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Sebagai Ketua TAPD, Ade berharap Endin mampu memberikan komando dalam menjaga stabilitas APBD.

BACA JUGA: PR Besar Menanti Sekda Kabupaten Bekasi Terpilih

Ia menekankan pentingnya konsistensi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di tengah keterbatasan anggaran dan tingginya porsi belanja pegawai yang mencapai lebih dari 40 persen APBD.

“Kebutuhan dasar jangan sampai nanti ada anak-anak kita tidak bisa masuk sekolah, kekurangan USB, sekolahnya kurang berkenan, rusak, tidak bisa digunakan fasilitasnya, dan jangan sampai ada masyarakat Kabupaten Bekasi (maaf), kurang beruntung terus tidak ada respon dari rumah sakit umum maupun rumah sakit swasta,” ujarnya.

“Terus sarana-prasarana, jalan-jalan. Nah ini Pak Ndin seharusnya bisa lebih cepat, dia ada beban moral,” jelasnya.

Ade menambahkan, pelayanan dasar publik membutuhkan kemampuan manajerial sekaligus inovasi agar tetap terpenuhi.

Sementara, Sekda Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan program prioritas bupati, terutama yang menyangkut layanan dasar masyarakat.

“Pesan-pesan beliau (bupati), tadi untuk urusan-urusan masyarakat itu harus kita prioritaskan. Terutama yang mengikuti kebutuhan dasar, seperti layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur,” kata Endin.

Lalu, sebagai pejabat publik juga diharuskan respon untuk kepentingan publik dan aspirasi dari seluruh komponen masyarakat Kabupaten Bekasi.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu menyikapi penurunan dana transfer pusat. Oleh sebab itu, ia akan segera berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Tentunya kami akan melakukan koordinasi berkaitan dengan supaya kondisi APBD ini stabil,” katanya.

Endin menambahkan, komunikasi dan musyawarah bersama seluruh OPD menjadi kunci untuk menemukan solusi atas persoalan daerah. Menurutnya, jajaran OPD adalah keluarga besar dalam Pemkab Bekasi yang harus bekerja kompak.

“Tentunya kita berharap bahwa walaupun kondisi seperti ini Kabupaten Bekasi terutama dalam belanja, pemerintah daerah ini tetap stabil dan tidak terganggu itu yang pertama yang akan saya lakukan,” ujarnya.(and)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |