Beranda Bisnis BPJS Kesehatan Ringankan Beban Keluarga Siti Saat Suami Jalani Perawatan Intensif
Siti Sumaryati (50).
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan terus memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sejak diluncurkan, program ini hadir sebagai bentuk perlindungan kesehatan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk keluarga Siti Sumaryati (50).
Siti adalah peserta dari segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) yang rutin membayar iuran sejak tahun 2016. Menurutnya, BPJS Kesehatan bukan hanya sekedar program pemerintah, tetapi jaminan perlindungan kesehatan yang penting bagi keluarga, terutama ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.
“Sejak 2016 saya dan keluarga sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan dan kami selalu rutin membayar iuran. Pengalaman yang paling terasa manfaatnya adalah ketika almarhum suami saya, Giman, harus menjalani perawatan intensif pada tahun 2018,” ujar Siti.
Kepada Tim Jamkesnews, Siti mengatakan bahwa pada awal tahun 2018, suaminya mengalami komplikasi akibat diabetes yang sudah bertahun-tahun diderita. Kondisi tersebut kemudian menyerang lever sehingga membutuhkan penanganan segera dan berkelanjutan.
Giman menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Bekasi mulai bulan Januari 2018 hingga akhirnya meninggal dunia pada Maret 2018. Masa tersebut menjadi cobaan terberat bagi Siti dan anak-anaknya, bukan hanya karena kondisi kesehatan sang suami, tetapi juga tekanan ekonomi yang harus mereka hadapi karena kehilangan tulang punggung keluarga.
“Biaya pengobatan di rumah sakit selama hampir tiga bulan pasti sangat besar, karena suami saya harus melakukan berbagai tindakan medis seperti pemeriksaan rutin, pengobatan intensif dan perawatan lanjutan. Tanpa BPJS Kesehatan, jujur saja saya tidak bisa membayangkan berapa banyak biaya yang harus kami keluarkan. Alhamdulillah, BPJS Kesehatan sangat membantu biaya perawatan suami saya, saya tidak mengeluarkan biaya rumah sakit sama sekali, semua dijamin oleh BPJS Kesehatan,” ungkap Siti dengan penuh haru.
Meski pada akhirnya suaminya meninggal dunia, Siti merasa bersyukur karena setidaknya selama masa kritis tersebut ia bisa mendampingi suami tanpa dibebani kekhawatiran mengenai mahalnya biaya rumah sakit. Siti juga menambahkan bahwa mulai dari kepengurusan administrasi sampai dengan proses perawatan suaminya di rumah sakit tidak menemui kendala yang berarti. Suaminya ditangani dengan baik tanpa ada deskriminasi.
“Prosesnya tidak sulit, asalkan mengikuti prosedurnya. Semua bisa ditangani dengan baik oleh pihak rumah sakit dan BPJS Kesehatan,” lanjutnya.
Di akhir perbincangan, Siti menyampaikan harapan agar kedepannya BPJS Kesehatan semakin maju dan menjadi program jaminan kesehatan yang selalu hadir di tengah masyarakat.
“BPJS Kesehatan ini sangat berarti bagi keluarga seperti kami. Semoga ke depan semakin baik, semakin mudah, dan semakin banyak membantu orang-orang yang benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” tutupnya. (*)

18 hours ago
14

















































