Beranda Berita Utama Belum Semua Kembali, Pemkot Bekasi Masih Telusuri Ratusan Kendaraan Dinas Raib
MOBIL DINAS: Pegawai melintas di depan mobil plat merah di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, belum lama ini. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak 635 unit kendaraan dinas milik Pemerintah Kota Bekasi yang tidak jelas keberadaannya alias raib, belum seluruhnya kembali. Sampai saat ini, baru sekitar 300 kendaraan berhasil diinventarisir, sementara sisanya masih terus ditelusuri.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Yudianto, menyampaikan bahwa pihaknya masih terus melakukan penelusuran terhadap ratusan kendaraan tersebut.
“Saat sekarang kita sudah melakukan inventarisasi terkait 635 kendaraan, kemarin kita sudah dapat inventarisasi sebanyak 300an,” katanya, Selasa (25/11).
Setelah berhasil didata dan diketahui keberadaannya, beberapa mantan pejabat atau ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi telah mengembalikan kendaraan dinas yang sebelumnya digunakan. Selain mantan ASN, beberapa kendaraan juga diketahui dulu dipinjamkan kepada organisasi-organisasi di luar pemerintahan.
“300an masih dalam proses pencarian karena memang ada beberapa kendaraan-kendaraan yang dipinjam pakaikan kepada organisasi-organisasi di luar pemerintahan,” tambahnya.
Dorongan untuk menuntaskan penelusuran ratusan kendaraan dinas ini muncul di tengah rencana Pemkot Bekasi untuk menyewa kendaraan listrik pada 2026.
Kendaraan dinas yang telah dikembalikan rencananya akan segera dijual, lalu pemerintah akan beralih menyewa kendaraan listrik. Selain untuk efisiensi, opsi sewa ini dipilih sebagai upaya meminimalisir persoalan serupa terulang kembali.
“Oleh karena itu, kita tidak ingin kalau kita mengganti kendaraan yang sudah tua-tua dengan kendaraan baru, akan muncul persoalan yang sama,” kata Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.
Ia menyampaikan, Pemkot Bekasi berupaya memperbaiki tata kelola aset pemerintah termasuk dalam hal ini kendaraan dinas.
Pihaknya juga telah menghitung penghematan uang daerah jika Pemkot membeli kendaraan baru atau menyewa mobil listrik.
“Karena tidak ada lagi nanti biaya untuk BBM, tidak ada lagi untuk pemeliharaan. Uang-uang ini lah yang kita bisa lakukan efisiensi,” tambahnya. (sur)

5 days ago
19

















































