Beranda Bekasi Anggota DPRD Kota Bekasi Alit Jamaludin Dorong Pemuda Jadi Pencipta Lapangan Kerja
Anggota DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin.
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Menyusutnya peluang kerja di sektor formal menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin. Di tengah meningkatnya persaingan mencari pekerjaan, generasi muda dinilai perlu didorong untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan.
Pesan tersebut disampaikan Alit saat menggelar Reses Masa Persidangan II di RW 007, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Dalam dialog bersama warga, isu pengangguran dan pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu pembahasan utama yang mengemuka.
Menurut Alit, kondisi pasar kerja yang semakin kompetitif menuntut adanya terobosan baru. Karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu bersinergi membangun ekosistem kewirausahaan yang mampu melahirkan pelaku usaha baru sekaligus membuka kesempatan kerja bagi warga di lingkungan sekitar.
“Lapangan kerja kita mulai sempit. Karena itu perlu gebrakan baru bagi pemuda dan masyarakat untuk membangun usaha. Tujuannya agar bisa menyerap tenaga kerja lokal,” tegas Alit.
Baca Juga: DPRD Evaluasi Serapan Anggaran OPD Pemkab Bekasi, Pembahasan P2APBD Masih Tertinggal
Ia menilai, penguatan sektor usaha mikro dan kewirausahaan dapat menjadi salah satu strategi untuk menggerakkan perekonomian masyarakat dari tingkat lingkungan. Selain meningkatkan pendapatan keluarga, tumbuhnya usaha baru juga diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran yang masih menjadi tantangan di Kota Bekasi.
Dalam kesempatan tersebut, Alit juga memaparkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi yang mencapai sekitar Rp6,7 triliun. Anggaran tersebut, kata dia, dialokasikan untuk mendukung berbagai program prioritas, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Menurutnya, penggunaan APBD harus benar-benar diawasi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan tidak berhenti pada tataran perencanaan.“Anggaran ini harus kita pastikan sampai ke masyarakat dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Selain menyerap berbagai aspirasi warga, Alit memastikan seluruh usulan yang muncul selama pelaksanaan reses akan diperjuangkan dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Aspirasi tersebut akan dibawa ke pembahasan DPRD agar dapat masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bekasi.
Dengan demikian, reses tidak hanya menjadi forum menyerap aspirasi, tetapi juga menjadi pintu masuk lahirnya kebijakan yang mampu memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di Kota Bekasi.(adv/*)

16 hours ago
10

















































