Beranda Cikarang Anggap Merusak Tanaman Padi, Petani di Cikarang Tutupi Lampu Jalan dengan Cat
PJU RUSAK: Pengendara melintasi lampu PJU yang rusak di Kampung Gandaria Desa Cipayung, Cikarang Timur, belum lama ini. FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Kampung Gandaria, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, memunculkan dilema bagi petani setempat. Di satu sisi, keberadaan lampu membuat jalan lebih terang dan aman. Namun di sisi lain, petani khawatir cahaya lampu pada malam hari dapat merusak tanaman padi.
Kekhawatiran itu bahkan sempat mendorong sejumlah petani menutupi lampu PJU dengan berbagai cara, mulai dari menyemprotkan cat hitam hingga menutup bagian lampu menggunakan tanah. Mereka menilai sorotan cahaya yang terus menerus mengenai area persawahan dapat memengaruhi hasil panen.
Salahsatu petani sekitar, Raya (60), mengungkap penutupan lampu pernah banyak dilakukan di sepanjang jalan tersebut. Bagi petani, cahaya lampu dianggap mengundang hama sekaligus menghambat perkembangan tanaman padi.
“Memang dulu banyak, sepanjang jalan itu pada ditutupin. Sekarang sudah enggak banyak, tapi memang benar, katanya begitu (PJU merusakan perkembangan padi),” ucap Raya, belum lama ini.
Ia menjelaskan, bagian sawah yang terus-menerus terkena sorotan lampu pada malam hari biasanya mengalami pertumbuhan yang tidak normal.
“Lahan yang kena sinar itu padinya enggak beres. Kosong aja isinya, enggak ada apa-apa. Terus pada bantet,” katanya
Efek cahaya lampu disebut tidak terjadi pada semua jenis padi. Hanya varietas tertentu yang biasanya dipasok ke pabrik tepung yang lebih sensitif terhadap cahaya pada malam hari.
“Biasanya padi pera, bukan yang buat dikonsumsi. Kan kalau yang buat dimakan, misalnya padi IR begitu kuat. Kalau yang buat dibawa ke pabrik, yang buat diolah lagi jadi tepung, rusak itu padinya kena lampu. Jadinya pada ditutupin (lampunya),” terang Raya.
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, menyatakan kerusakan sejumlah lampu PJU di lokasi tersebut bukan karena pencurian, melainkan akibat kesalahpahaman dengan petani sekitar.
Menurunya, persoalan ini menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas publik di kawasan yang masih didominasi hamparan persawahan memiliki tantangan tersendiri dibandingkan wilayah yang padat penduduk.
“Memang ada yang kemudian rusak. Tapi ini bukan pencurian, namun memang ada kesalahpahaman dari petani sekitar. Saat ini belum kami perbaiki karena khawatir ada pengrusakan lagi,” tutur Agus.
Agus mengatakan, agar tidak saling merugikan, pihaknya memilih menahan diri untuk tidak langsung memperbaiki lampu PJU yang rusak. Dishub Kabupaten Bekasi berencana berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mencari solusi bersama para petani.
“Intinya apa yang dikhawatirkan teman-teman pertanian ada jalan keluarnya seperti apa,” pungkasnya. (ris)

2 hours ago
7

















































