RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pesta bola Piala Dunia 2026 tak hanya mencatat sejarah sebagai edisi pertama yang diikuti 48 negara peserta. Turnamen yang akan digelar di 3 negara Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu juga menjadi ajang debut sejumlah aturan baru hasil pengesahan International Football Association Board (IFAB).
Perubahan aturan tersebut dirancang untuk membuat pertandingan berlangsung lebih efektif, meminimalisasi pemborosan waktu, serta memperkuat aspek disiplin di atas lapangan.
Menariknya, sebagian besar ketentuan baru itu juga akan mulai diterapkan di berbagai kompetisi domestik di sejumlah negara pada musim yang akan datang.
BACA JUGA: Simak Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026, Resmi Bergulir 12 Juni Mendatang
Dilansir dari laporan ESPN, berikut sederet aturan baru yang diprediksi menjadi sorotan utama sepanjang gelaran Pesta Bola Ceria Piala Dunia 2026.
1. VAR Kini Punya Ruang Intervensi Lebih Besar
Teknologi Video Assistant Referee (VAR) akan menjalankan fungsi yang lebih luas dibanding sebelumnya. Pada Piala Dunia 2026, VAR diberikan kewenangan untuk meninjau sejumlah situasi tambahan.
Beberapa di antaranya meliputi pemberian tendangan sudut yang terbukti keliru selama koreksi tidak mengganggu kelangsungan pertandingan, pelanggaran saat fase menyerang sebelum bola kembali dimainkan yang berujung pada gol, penalti, tendangan sudut, atau tendangan bebas, kartu merah akibat akumulasi kartu kuning yang ternyata tidak sah, hingga kesalahan identifikasi pemain saat wasit memberikan kartu kepada pihak yang bukan pelaku pelanggaran.
2. Menutup Mulut Saat Berselisih Berisiko Kartu Merah
Salah satu regulasi yang paling banyak menyita perhatian adalah larangan menutupi mulut menggunakan tangan, lengan, maupun jersey ketika terlibat adu argumen dengan lawan.
Aturan itu diterapkan FIFA dan IFAB sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi komunikasi antarpemain, sekaligus mencegah munculnya ucapan bernada diskriminatif atau rasis yang sulit terdeteksi.
Meski demikian, tindakan tersebut tidak otomatis berujung hukuman. Kartu merah baru akan diberikan apabila peristiwa itu dinilai bersifat konfrontatif atau memicu ketegangan di lapangan.
3. Pergantian Pemain Tak Boleh Berlarut-larut
Pemain yang ditarik keluar lapangan kini diwajibkan meninggalkan area permainan dalam waktu maksimal 10 detik melalui titik keluar terdekat.
Apabila batas waktu itu dilampaui, pemain pengganti tidak diperbolehkan langsung memasuki lapangan. Ia harus menunggu hingga terjadi penghentian permainan berikutnya dan memperoleh izin dari wasit.
Dampaknya, tim yang bersangkutan akan bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit untuk sementara waktu. Peraturan ini disusun untuk menekan praktik mengulur-ulur waktu yang kerap terjadi, khususnya di penghujung pertandingan.
4. Hitung Mundur Lima Detik untuk Lawan Time-Wasting
Wasit kini memiliki kewenangan melakukan hitungan mundur selama lima detik apabila menilai pemain sengaja memperlambat proses lemparan ke dalam maupun tendangan gawang.
Jika bola belum dimainkan setelah hitungan selesai dilakukan, maka konsekuensinya cukup tegas.
Lemparan ke dalam akan diberikan kepada tim lawan, sedangkan tendangan gawang akan berubah menjadi tendangan sudut untuk kubu lawan.
Aturan tersebut menjadi salah satu langkah FIFA dalam memberantas aksi pemborosan waktu di lapangan.
5. Pemain Cedera Wajib Menepi Sementara
Pemain selain penjaga gawang yang mendapatkan perawatan medis di dalam lapangan diwajibkan keluar dari area permainan selama satu menit setelah proses penanganan selesai.
Ketentuan tersebut tidak berlaku bagi penjaga gawang, pemain yang mengalami cedera serius, maupun benturan keras yang membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Tujuan utama kebijakan ini adalah menjaga ritme pertandingan agar tidak terlalu sering terhenti akibat penanganan cedera ringan.
6. Tak Ada Lagi Kesempatan Time-Out Saat Kiper Cedera
Selama ini, cedera penjaga gawang kerap dimanfaatkan tim untuk berkumpul di area teknis dan menerima instruksi dari pelatih.
Mulai Piala Dunia 2026, seluruh pemain diwajibkan tetap berada di posisi masing-masing ketika penjaga gawang mendapat perawatan. Meski demikian, FIFA belum menetapkan sanksi disiplin khusus apabila aturan tersebut dilanggar.
7. Protes Berlebihan Bisa Berujung Kartu Merah
FIFA juga memperketat aturan terkait aksi protes terhadap keputusan wasit.
Pemain yang dengan sengaja meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes akan langsung menerima kartu merah.
Hukuman serupa dapat dikenakan kepada staf pelatih yang menginstruksikan tindakan tersebut. Bahkan, dalam kondisi tertentu ketika aksi protes menyebabkan pertandingan terhenti, tim terkait dapat dinyatakan kalah.
8. Jeda Hidrasi Hadir di Tiap Babak
Mengantisipasi cuaca panas di sejumlah lokasi penyelenggaraan, FIFA akan menyediakan waktu khusus bagi pemain untuk melakukan hidrasi pada setiap babak pertandingan.
Jeda minum diperkirakan berlangsung sekitar menit ke-22 dengan durasi kurang lebih tiga menit agar pemain memiliki kesempatan mendinginkan tubuh dan menjaga kebugaran.
Kebijakan ini dinilai penting mengingat beberapa laga akan dimainkan dalam kondisi suhu yang cukup ekstrem.
9. Final Piala Dunia Tetap dengan Waktu Istirahat Normal
Sebelumnya, FIFA mengumumkan bahwa partai puncak Piala Dunia 2026 akan menghadirkan pertunjukan hiburan bergaya Super Bowl di Stadion MetLife, New Jersey.
Pengumuman tersebut sempat memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan bertambah panjangnya jeda turun minum.
Namun, penyelenggara memastikan durasi istirahat antarbabak tetap berada di kisaran normal, yakni sekitar 15 menit. (zak)

7 hours ago
14

















































