700 Pegawai Pemkot Mangkir Apel, Wali Kota Bekasi: Harusnya Kita Malu

3 hours ago 10

Beranda Berita Utama 700 Pegawai Pemkot Mangkir Apel, Wali Kota Bekasi: Harusnya Kita Malu

Sejumlah pegawai saat mengikuti apel pagi di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (2/2). FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyoroti aparatur Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang mangkir pada apel pagi pekan pertama Maret 2026.

Ia mengungkapkan, sebanyak 700 pegawai Pemkot Bekasi tidak hadir saat apel pagi. Lebih dari 600 di antaranya mangkir tanpa keterangan.

“Karena catatan hari ini luar biasa, sampai 700 orang pegawai yang engga hadir dan tanpa keterangannya 600 lebih,” ujar Tri saat apel pagi di Pemkot Bekasi pada Senin (2/3).

Tri juga menyoroti tingkat kehadiran pejabat struktural eselon II yang dinilainya belum optimal. Setidaknya terdapat tiga kepala dinas yang tidak hadir, yakni Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan), serta Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Diskopukm).

“Eselon 2-nya kayaknya banyak nih yang engga hadir ada tiga orang. Coba nanti dilihat terkait dengan kehadirannya. Harus menjadi contoh buat kita bersama,” jelas Tri.

Tri menegaskan, hampir 47 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi digunakan untuk belanja sumber daya manusia (SDM). Karena itu, menurutnya, penggunaan anggaran harus sejalan dengan peningkatan kinerja aparatur.

“Harusnya kita malu pada diri kita sendiri. Apa yang bisa kita berbuat kita lakukan. Sementara itu tadi tuntutan masyarakat hari ini terus berkembang dan naik levelnya,” tegas Tri.

Selain itu, ia juga menyoroti absennya sejumlah jajaran direksi BUMD, seperti PDAM dan Migas, dalam apel pagi tersebut.

“Ini pimpinan BUMD juga gak lengkap, PDAM dan Migas gak hadir. Kabag ekonomi lakukan evaluasi juga bahwa mereka juga punya kewajiban untuk hadir untuk terus bisa berkomunikasi,” pungkasnya. (cr1)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |