Beranda Berita Utama 363 Sekolah di Kabupaten Bekasi Terima IFP, Dipakai Bergantian Tiap Kelas
PERANGKAT IFP: Siswa SMPN 1 Tambun Selatan memanfaatkan IFP. FOTO: ANDI MARDANI/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau panel interaktif digital telah diterima oleh sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Bekasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, menjelaskan bahwa satuan pendidikan di wilayahnya telah mulai menerima IFP. Berdasarkan pendataannya, sebanyak 363 SMP negeri dan swasta telah menerima masing-masing satu unit IFP.
Sementara itu, untuk jenjang TK/PAUD dan SD, pihaknya masih melakukan pendataan terkait penerimaan IFP. Imam menjelaskan, jumlah SMP di Kabupaten Bekasi mencapai 452 sekolah yang tersebar di 23 kecamatan, terdiri dari 115 SMP negeri dan 337 SMP swasta.
Ia memastikan, seluruh SMP negeri telah menerima IFP.
“Memang belum semua untuk (SMP,red) swasta. Namun untuk sekolah (SMP,red) negeri sudah semua,” kata Imam, Selasa (25/11).
Imam berharap media belajar dari pemerintah pusat ini dapat meningkatkan semangat guru dalam proses pembelajaran sekaligus memotivasi siswa agar lebih giat menuntut ilmu.
“Dengan adanya peluncuran IFP ini, kami berharap semangat para guru semakin meningkat dalam mengajar. Bagi siswa, mereka juga bisa lebih bersemangat menuntut ilmu di era digitalisasi ini,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Cibitung, Joko Sriyanto, menuturkan pihaknya telah memanfaatkan IFP untuk proses belajar mengajar. Sekolah yang dipimpinnya memiliki sekitar 1.256 murid, dengan total 11 rombongan belajar (rombel) di setiap angkatan.
“Sudah dimanfaatkan untuk belajar anak-anak. Jadi bergantian untuk setiap kelas. Kami menaruhnya di ruangan laboratorium,” ucapnya.
Joko menambahkan, guru di sekolahnya telah mengikuti pelatihan penggunaan IFP, sehingga mampu mengoptimalkan media tersebut dalam mengajar.
“Jadi langsung diberikan pelatihan. Dan alhamdulillah setelah mendapatkan pelatihan ada beberapa guru yang sudah bisa mengajar menggunakan smartboard,” katanya.
Ia berharap, perangkat tersebut dapat meningkatkan motivasi kegiatan belajar mengajar.
“Semoga belajar lebih semangat, belajar lebih ketat, punya akses kepada semua ilmu dan semua bahan yang diperlukan,” jelasnya.(and)

5 days ago
20

















































