Wamenaker Afriansyah Noor: SDM Berkualitas Kunci Indonesia di Era Digital Global

4 weeks ago 10

JAKARTA – Dunia kerja Indonesia sedang menghadapi gelombang perubahan dahsyat akibat pesatnya digitalisasi global, sebuah tantangan yang diakui penuh oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor. Menurutnya, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah benteng utama yang akan menentukan sejauh mana bangsa ini mampu merespons dan bahkan memimpin di era teknologi yang terus berkembang, termasuk kebangkitan kecerdasan buatan (AI).

Pergeseran fundamental ini, lanjut Wamenaker, menciptakan fenomena skill mismatch atau ketidaksesuaian keterampilan yang menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia. Data mengejutkan dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025 mengungkap bahwa dari total 218, 85 juta penduduk usia kerja, masih ada 7, 35 juta jiwa yang menganggur, dengan mayoritas berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hal ini menunjukkan adanya jurang antara apa yang dipelajari di bangku pendidikan dengan kebutuhan riil industri.

“Dunia kerja sedang mengalami perubahan besar akibat AI dan digitalisasi. Tantangan kita bukan hanya soal jumlah, tetapi kualitas dan kesesuaian keterampilan, ” ujar Afriansyah saat menjadi narasumber dalam Indonesia Cloud and Datacenter Convention 2026 di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Menyadari urgensi ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara proaktif mempercepat pemberdayaan angkatan kerja melalui platform digital terintegrasi bernama SIAPkerja. Sistem ini dirancang sebagai gerbang tunggal yang mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan vital, mulai dari pelatihan yang relevan, penempatan kerja yang sesuai, hingga proses sertifikasi keahlian, semuanya disajikan secara lebih efisien dan efektif.

Selain digitalisasi layanan, fokus Kemnaker juga diarahkan pada pengembangan program pelatihan yang berbasis pada kompetensi. Tujuannya jelas, yaitu untuk memupuk keterampilan teknis (hard skill) dan keterampilan lunak (soft skill) yang krusial di era modern, serta melalui sertifikasi sebagai bentuk pengakuan formal atas keahlian yang dimiliki tenaga kerja Indonesia.

Dalam paparannya, Wamenaker menekankan bahwa seluruh program ketenagakerjaan yang dicanangkan Kemnaker bertumpu pada pilar strategis. Pilar utamanya adalah peningkatan kompetensi SDM, yang akan diwujudkan melalui penguatan kurikulum pendidikan yang relevan, program reskilling (pelatihan ulang) bagi yang membutuhkan, dan upskilling (peningkatan keterampilan) bagi yang sudah memiliki dasar.

“Kemnaker fokus pada perluasan penempatan tenaga kerja dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan. Semua ini didukung oleh reformasi ketenagakerjaan, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan pengelolaan birokrasi yang lebih baik, ” ujar Wamenaker.

Lebih jauh, Wamenaker menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan Indonesia yang kokoh, inklusif, dan mampu beradaptasi dengan cepat, khususnya untuk periode 2024–2029. Langkah strategis ini ditempuh melalui penguatan sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Harapannya, Indonesia dapat melahirkan tenaga kerja yang tidak hanya kompeten, tetapi juga terlindungi, dan siap bersaing di panggung global, demi mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. (PERS) 

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |