Beranda Berita Utama Target Pembangunan JPO Stasiun Bekasi Mundur Lagi ke Akhir 2026
JPO Stasiun Bekasi. FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Target pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Bekasi kembali mengalami penundaaan. Fasilitas yang sebelumnya ditargetkan rampung akhir September 2026 itu kini diproyeksikan selesai paling lambat penghujung tahun.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengatakan keterlambatan dipengaruhi sejumlah kendala dalam proses pengerjaan, termasuk pekerjaan pondasi yang membutuhkan waktu lebih panjang dari perkiraan.
“Kemarin juga titik pondasinya agak rada molor rada panjang. Target paling lama sih akhir tahun udah selesai. Terus ini ada ngetrap dengan urusan teknis lainnya. Jadi tetap kita laksanakan,” ujar Idi di Plaza Pemkot Bekasi, selepas pelaksanaan apel pagi, Senin (21/9/2026).
Menurut Idi, Pemkot Bekasi pada Senin (21/9/2026) juga dijadwalkan menggelar rapat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pertemuan itu membahas penyelesaian pekerjaan akhir serta teknis koneksi JPO dengan area Stasiun Bekasi.
“Ini tinggal finishing yang di bagian dalam. Kalau di luarnya udah kelihatan nih. Tinggal di dalam. Dan hari ini nunggu hasil rapat hari ini dengan Kementerian Perhubungan mestinya clear lah. Tinggal teknis buka kacanya seperti apa gitu kan mesti konek ke bagian JPO nya,” jelasnya.
BACA JUGA: Bakal Kelola Mandiri, Pemkot Bekasi Siapkan Desain JPO Ikonik Ahmad Yani
Dari sisi konstruksi, Idi menyebut progres pembangunan telah mencapai lebih dari 80 persen. Proyek tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi karena dikerjasamakan dengan pihak swasta.
“Jadi gini, JPO kan yang pelaksanaannya memang bukan dari APBD kita ya. Awalnya memang mereka agak keberatan, ya kita juga hargai lah. Namun memang saat ini kan hari ini kita ada rapat dengan Kementerian Perhubungan terkait koneksi ke stasiun, tapi semoga bisa cepat selesai sesuai target,” pungkasnya.
Sebelumnya, DBMSDA Kota Bekasi menargetkan pembangunan JPO rampung pada Juni 2026. Target kemudian bergeser menjadi akhir September dan kini kembali mundur hingga paling lambat penghujung tahun.
Saat itu, Idi mengatakan pekerjaan konstruksi telah memasuki tahapan akhir. Bentuk fisik JPO juga disebut mulai terlihat sehingga pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap progres pembangunan.
“Betul, udah mulai tahap penyelesaian. Pembangunan JPO ini tanpa menggunakan Dana APBD, karena menggandeng pihak ketiga. Kami terus memonitor perkembangannya dan saat ini bentuk fisiknya sudah terlihat jelas,” ucap dia melalui keterangannya, Rabu (19/08/2026).
Dalam skema kerja sama tersebut, Pemkot Bekasi memberikan hak kepada pihak swasta untuk memasang media iklan digital sebagai bentuk kompensasi atas investasi pembangunan JPO. Fasilitas videotron komersial menjadi bagian dari konsep kerja sama yang diterapkan dalam pembangunan tersebut.
“Dengan sebagai bentuk kompensasi atas investasinya, membangun fasilitas JPO, pihak ketiga kami berikan hak pemasangan videotron komersial, sebagai marketing digital,” ujarnya.
DBMSDA sebelumnya juga terus meminta pihak ketiga mempercepat pekerjaan agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai tenggat yang telah disepakati. Dorongan tersebut dilakukan meski masih terdapat sejumlah pekerjaan detail dan fasilitas pendukung yang harus dituntaskan.
“Kami terus mendorong pihak pengembang agar dapat selesai pada Akhir September. Meskipun jika melihat kondisi di lapangan masih terdapat sejumlah pekerjaan penyelesaian detail yang harus diselesaikan. Namun, progres fisiknya diperkirakan sudah melampaui 80 persen lebih dan tinggal tahap penyesuaian fasilitas pelengkap seperti tangga,” katanya.
*Respons Wali Kota Terkait Keterlambatan Pembangunan JPO Stasiun Bekasi*
Keterlambatan pembangunan JPO Stasiun Bekasi sebelumnya juga mendapat perhatian dari Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Ia menilai keberadaan fasilitas tersebut dibutuhkan untuk menunjang aktivitas masyarakat di kawasan stasiun sekaligus membantu mengurai persoalan lalu lintas di Jalan Ir H Juanda.
Tri meminta pembangunan JPO tidak terus mengalami keterlambatan. Menurutnya, penyelesaian fasilitas penyeberangan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penataan kawasan Stasiun Bekasi yang selama ini menghadapi persoalan penyeberangan dan kepadatan lalu lintas.
“Permasalahan lain seperti jembatan penyeberangan di area stasiun juga tak kunjung usai. Bila fasilitas dasarnya tak diselesaikan, kekacauan akan terus berlanjut,” ucap dia pada awal Agustus lalu.
Menurut Tri, JPO tersebut nantinya dapat memberikan akses yang lebih aman bagi masyarakat yang menggunakan transportasi umum, khususnya pengguna KRL Commuter Line. Fasilitas itu diharapkan dapat mengarahkan aktivitas penyeberangan masyarakat agar tidak dilakukan secara sembarangan.
“Agar orang-orang tidak lagi menyeberang sembarangan, ataupun terjadi kemacetan, serta kesemrawutan akibat kendaraan yang parkir sembarangan,” sambungnya. (zak)

4 hours ago
5

















































