Beranda Berita Utama Tahap Akhir Perbaikan, Jembatan Kemang Pratama Dibuka Pekan Depan
Jembatan Kemang Pratama Kota Bekasi. FOTO: SURYA BAGUS/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jembatan Kemang Pratama Kota Bekasi dipastikan dibuka pekan depan. Perbaikan jembatan yang rusak akibat banjir besar pada Maret 2025 tersebut kini memasuki tahap akhir pengerjaan.
Berdasarkan pantauan, Rabu (5/8/2026), kondisi fisik jembatan terlihat sudah siap digunakan. Namun, akses kendaraan masih ditutup sementara menggunakan pembatas. Sejumlah pekerja masih terlihat melakukan pekerjaan kecil berupa perapihan di beberapa bagian jembatan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait kesiapan pengoperasian jembatan.
Dari hasil koordinasi tersebut, jembatan diperkirakan membutuhkan waktu satu hingga dua hari untuk benar-benar siap dibuka bagi pengguna jalan.
“Barusan tim kita komunikasi dengan Balai Jalan Nasional, sehari dua hari ini sudah bisa open traffic, tinggal perapian,” katanya, Rabu (5/8/2026).
Namun demikian, awal pekan depan jembatan tersebut dipastikan sudah beroperasi.
“Senin sudah bisa open traffic,” ucapnya.
BACA JUGA: Pembangunan Jembatan Kemang Pratama Hampir Rampung, Agustus 2026 Siap Difungsikan
Selama proses pembangunan berlangsung, pengendara hanya dapat menggunakan satu jembatan sehingga akses lalu lintas di kawasan tersebut sempat terbatas. Dengan beroperasinya jembatan baru, arus kendaraan diharapkan kembali normal.
Idi menjelaskan, perbedaan antara konstruksi jembatan lama dan jembatan baru tidak menjadi persoalan karena telah disiapkan pemisah antarbagian.
“Jika terdapat perbedaan jembatan lama dan jembatan baru itu kan memang ada pemisahnya, jadi tidak menjadi masalah,” tambahnya.
Sebagai informasi, Jembatan Kemang Pratama merupakan salah satu infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat banjir besar pada 2025. Pembangunan ulang jembatan dilakukan Kementerian PU melalui skema Multi Years Contract (MYC) selama 300 hari kalender sejak 31 Oktober 2025 dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan jembatan sepanjang 410 meter dengan lebar 7 meter, serta penanganan oprit di kedua sisi jembatan. Oprit A1 memiliki panjang 20 meter dan Oprit A2 sepanjang 230 meter. (sur)

12 hours ago
14

















































