Beranda Berita Utama Pustu Nyaris Ambruk, Relawan GAN Periksa Kesehatan Ratusan Warga Kamubekha Terdampak Gempa NTT
Relawan GAN memberikan pemeriksaan kesehatan di Desa Kamubekha, Kecamatan Maokaro, Kabupaten Ende, NTT. FOTO: ARIFIN/METROPOLITAN
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Relawan Gerakan Anak Negeri terus bergerak menjangkau wilayah-wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Rabu, 26 Agustus 2026, tim tembus ke Desa Kamubekha, Kecamatan Maokaro, Kabupaten Ende, NTT. Kedatangannya disambut hangat warga.
Satu dokter dan dua perawat dibantu bidan desa dengan sigap memeriksa kesehatan warga satu per satu.
Menariknya, dua ahli pijat Cimande jadi tontonan warga karena dianggap terapi unik. Lambat laun, warga memberanikan diri mau dipijat. Setelah satu selesai, yang lainnya langsung antre untuk merasakan khasiat pijat tradisional yang sudah kesohor tersebut. Bahkan, beberapa warga membawa anggota keluarganya yang mengalami stroke agar bisa diobati.
“Dia ini sudah lama stroke, sulit jalan, mau diterapi sama Cimande. Saya juga penasaran mau urut,” ujar salah seorang warga yang memeriksakan diri, Jeremias.
Kata Ihwan Setiawan, satu dari dua ahli pijat yang ikut misi kemanusiaan ini, mayoritas warga mengeluh sakit badan akibat sepekan terakhir tidur di tenda terpal seadanya karena takut tidur di dalam rumah khawatir gempa susulan.
Ditambah, rasa cemas warga lari ke pikirian dan membuat kondisi badan cepat lelah.
“Banyak yang nunggu buat dipijat, Alhamdulillah pada senang. Ada yang stroke juga sampai dibawa ke sini,” kata Ihwan yang sudah langganan turun ke lokasi bencana bersama Gerakan Anak Negeri.
Jeremias melanjutkan, pemeriksaan kesehatan dengan dokter baru kali ini masuk ke wilayahnya pasca-gempa. Di Puskesdes, biasanya warga dilayani bidan desa dengan obat-obatan yang terbatas.
Menurutnya, hal penting yang dibutuhkan warga saat ini salah satunya adalah layanan medis, di samping kebutuhan material bangunan karena banyak rumah warga rusak.
Kondisi Pustu di Desa Kamubekha, Kecamatan Maokaro, Kabupaten Ende, NTT. FOTO: ARIFIN/METROPOLITAN
“Karena kan pada tidur di luar semua, kalau malam sangat dingin, kalau siang sangat panas. Jadi banyak yang sakit. Selimut juga masih dibutuhkan. Kemarin sudah masuk bantuan, tapi masih banyak juga yang belum kebagian,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Kamubekha, Melkiormengga, menyampaikan apresiasinya kepada relawan Gerakan Anak Negeri yang sudah sampai ke desa meraka.
“Terima kasih kepada Gerakan Anak Negeri yang sudah membantu pelayanan kesehatan kepada warga Desa Kamubekha karena dalam situasi darurat masih ada saudara-saudara yang peduli. Pelayanan dengan dokter ini yang pertama setelah gempa, biasanya kami buka pelayanan hanya bidan,” terangnya.
Menurutnya, jika bicara dampak, semua warga terdampak gempa NTT, baik secara psikologis, fisik, hingga bangunan. Terlebih, gempa susulan masih terus terjadi.
“Kalau secara psikologis semuanya terganggu, terdampak gempa. Kalaupun rumah rusak ringan, mereka memilih tinggal di posko mandiri karena takut gempa susulan,” pungkasnya. (Arifin/Metropolitan)
Bantu warga NTT yang terdampak gempa. Bersama Gerakan Anak Negeri, ulurkan kepedulian melalui donasi. Caranya mudah, cukup scan QRIS di bawah ini.

5 hours ago
7

















































