Beranda Politik Dianggap Sedang “Studi Banding”, Asep Ditawari Kembali ke Partai Golkar
HADIRI MUSDA: Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja (tengah) saat menghadiri Musda ke-XI DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Senin (24/8/26).
RADARBEKASI.ID,BEKASI-Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin menggoda Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, untuk kembali ke rumah besar “Partai Beringin”.
Hal itu disampaikan Daniel Mutaqien, saat pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi yang dihadiri oleh Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja.
“Kalau mau kembali ke Partai Golkar, kira-kira pintu kita masih terbuka. Kalau sudah selesai studi bandingnya,” seloroh Daniel saat sambutan di Musda DPD Golkar Kabupaten Bekasi belum lama ini.
Ya, Asep memang memiliki perjalanan politik cukup panjang bersama Golkar. Ia sempat menjadi anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Partai Golkar usai terpilih saat Pileg 2019 lalu.
Kemudian pada Pileg 2024, Asep Surya Atmaja, maju sebagai calon anggota DPR RI dari Dapil Jabar VII yang meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Sayangnya, ia gagal melenggang ke Senayan.
Menyikapi itu, Asep Surya Atmaja menilai Golkar merupakan partai besar yang pernah menaunginya. Namun untuk sekarang, Asep menegaskan, sudah berlabuh di Partai Buruh, bahkan dipercaya menjadi nakhoda.
“Golkar merupakan partai besar pastinya, saya pernah disana, insya Allah saya Partai Golkar sudah ngelotok, sudah paham. Tapi sekarang saya sudah jadi Ketua Partai Buruh,” ucapnya saat disinggung mengenai tawaran untuk kembali ke Partai Golkar.
Dirinya menceritakan, pertama kali memutuskan terjun ke arena politik berlabuh di Partai Golkar. Kala itu, Almarhum Eka Supria Atmaja yang merupakan kakak kandungnya menawarkan ia untuk terjun ke politik, walaupun latar belakangnya seorang dokter.
“Kata almarhum kakak saya, Pak Eka (Eks Bupati Bekasi), kalau mau pinter ikut politik. Lalu saya ikut calon DPRD dari Partai Golkar dan saya dapat suara terbanyak pada waktu itu 17 ribu. Akhirnya belajar di Golkar sampai menjadi pintar. Walaupun sekarang berbeda warna, tapi kita tetap satu hati,” katanya.
“Selama ini saya selalu bertukar pendapat dengan unsur Forkopimda yang di dalamnya ada Ketua DPRD dari Partai Golkar, termasuk dengan anggota dewan yang lainnya,” sambungnya. (pra)

2 hours ago
9

















































