Pengelola Proyek Tol Japek II Selatan Jaga Kelestarian Mata Air Citaman

3 hours ago 9

Beranda Cikarang Pengelola Proyek Tol Japek II Selatan Jaga Kelestarian Mata Air Citaman

HAMPIR RAMPUNG: Foto udara pembangunan proyek Jalan Tol Jakarta - Cikampek II Selatan seksi 3 di Kabupaten Bekasi, Jumat (5/6). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan Paket 3 tidak hanya berfokus penyelesaian konstruksi. Pengelola proyek juga berupaya menjaga kelestarian lingkungan dan kearifan lokal dengan melindungi mata air Citaman di Kampung Citaman, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Karawang.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pemasangan empat unit box culvert atau gorong-gorong beton pracetak berukuran besar yang dirancang untuk menjaga keberadaan Mata Air Citaman. Selama ini, mata air tersebut menjadi sumber kehidupan warga setempat.

Sebagai informasi, Paket 3 merupakan segmen terpanjang dalam proyek Tol Japek II Selatan dengan panjang mencapai 30,25 kilometer, menghubungkan Sadang, Purwakarta, hingga Sukabungah, Bojongmangu, Kabupaten Bekasi. Sementara total panjang jalan tol ini nantinya mencapai 62 kilometer, membentang dari Sadang hingga Jatiasih, Kota Bekasi. Hingga pekan pertama Juni 2026, progres pembangunan fisik Paket 3 telah mencapai 95 persen.

Pimpinan Proyek Paket 3 PT Jasamarga Japek Selatan, Shibgatullah Mahmuda, mengatakan sisa pekerjaan saat ini didominasi tahap penyempurnaan di sejumlah titik.

“Termasuk pemasangan box culvert Cibodas dengan ukuran yang cukup besar. Saat ini sedang dikerjakan, progresnya terus berjalan. Untuk ruas jalannya sendiri sudah selesai, hanya ada beberapa pekerjaan penyempurnaan,” ucap Mahmuda, Jumat (5/6).

Mahmuda menjelaskan, box culvert yang dipasang memiliki dimensi 8×6 meter dan dirancang berdasarkan perhitungan teknis Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Selain berfungsi mengalirkan air, struktur tersebut juga berperan sebagai dinding penahan tanah (retaining wall) untuk meminimalkan risiko longsor, baik bagi badan jalan tol maupun area pemukiman di sekitarnya.

Menurutnya, perencanaan pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan masukan masyarakat sekitar. Berbagai kebutuhan warga, termasuk terkait keberadaan Mata Air Citaman yang dimanfaatkan melalui sumur pompa dan jaringan pipa, telah diakomodasi oleh pihak kontraktor.

“Sebelum adanya desain itu kami tentunya berkoordinasi dengan warga sekitar. Kami paham warga sekitar, termasuk saat pelaksanaan pekerjaan warga sekitar ada beberapa permintaan misalnya di situ kebetulan ada mata air Citaman yang menggunakan sumur kompa menggunakan pipa. Itu semua diakomodir oleh kontraktor kami,” tambahnya.

Langkah tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran warga Kampung Citaman yang sebelumnya cemas tidak adanya dinding pengaman dapat memicu pergeseran tanah dan mengganggu kawasan mata air yang setiap hari mereka manfaatkan. Menurut Mahmuda, aspirasi terkait perlindungan lingkungan dan kearifan lokal itu sebenarnya telah diakomodasi sejak tahap perencanaan, meski pengerjaan fisiknya masih berlangsung.

“Awalnya justru yang direkomendasikan itu jembatan, namun kami kaji kembali karena kalau bangun jembatan khawatirnya memutus mata air karena harus ada pengeboran. Lalu ketika dibor khawatir ada material lumpur bisa mencemari mata air, jadi kami ubah dengan box culvert itu,” terang Mahmuda.

Pihak pengelola memastikan komitmennya untuk menyelesaikan infrastruktur pendukung tersebut dengan baik agar fungsi sosial dan lingkungan tetap terjaga seiring beroperasinya jalan tol. Mahmuda juga mempersilakan warga untuk terus menjalin komunikasi dan menyampaikan aspirasi kepada tim kontraktor di lapangan.

“Kami pun mendorong kontraktor untuk terus berkoordinasi dengan warga. Prinsipnya kami memahami namun pembangunan masih berjalan, sehingga warga harap bersabar terlebih dulu. Targetnya akhir 2026 sudah selesai,” ujarnya.

Sebagai catatan, jalur utama Paket 3 sebenarnya telah rampung secara struktur. Dalam beberapa periode mudik Lebaran terakhir, koridor Sadang-Sukabungah telah difungsikan secara situasional sebagai jalur alternatif guna mengurai kepadatan kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta.

Setelah Paket 3 rampung sepenuhnya pada akhir tahun ini, pembangunan Tol Japek II Selatan akan dilanjutkan pada dua segmen tersisa, yakni Paket 2 (Sukabungah-Setu) sepanjang 22,1 kilometer dan Paket 1 (Setu-Jatiasih) sepanjang 9,3 kilometer. (ris)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |