Pemkab Bekasi dan Pemprov Jakarta Resmikan Transjabodetabek Koridor Cawang–Cikarang

2 hours ago 6

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi bersama Pemerintah Provinsi Jakarta dan sejumlah pemangku kepentingan resmi melakukan Flag Off Layanan Transjabodetabek Koridor Cawang–Cikarang (Kota Jababeka) di kawasan Jababeka, Cikarang Utara, Kamis (12/2).

Peluncuran layanan transportasi modern ini dihadiri Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja; Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota; Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta; unsur Forkopimda Kabupaten Bekasi; Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi; Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi beserta jajaran; Direktur PT Transportasi Jakarta; Direktur PTDI-STTD; serta pimpinan dan manajemen Kawasan Kota Jababeka.

Plt Bupati Bekasi menegaskan bahwa Kabupaten Bekasi merupakan salah satu pusat industri terbesar di Indonesia, dengan ribuan perusahaan yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar setiap harinya. Namun, pertumbuhan ini membawa tantangan serius, mulai dari kemacetan, tingginya biaya perjalanan, kelelahan pekerja akibat waktu tempuh panjang, hingga tekanan terhadap kualitas lingkungan.

“Di sisi lain, kita menghadapi kemacetan, biaya perjalanan yang tinggi, serta tekanan terhadap lingkungan. Karena itu, penguatan angkutan umum massal yang andal, terjadwal, nyaman, dan terjangkau bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keharusan,” tegasnya

NAIK BUS: Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja; dan sejumlah pejabat berada di dalam Transjabodetabek Koridor Cawang–Cikarang di kawasan Jababeka, Cikarang Utara, Kamis (12/2). FOTO: DOKPIM

Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, operator Transjakarta, PTDI–STTD, serta pengelola kawasan Jababeka yang mendorong layanan Transjabodetabek menjangkau Cikarang. Menurutnya, kerja sama lintas wilayah ini menjadi contoh nyata bahwa sinergi antar daerah dan lembaga mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.

“Ini adalah bukti bahwa kolaborasi yang kuat dapat melahirkan sistem transportasi yang terintegrasi dan menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat kawasan industri,” ujarnya lugas.

Ia menjelaskan bahwa layanan Transjabodetabek koridor Cawang–Cikarang memiliki makna strategis dalam pembangunan wilayah. Pertama, membuka akses transportasi publik massal secara langsung dari dan menuju kawasan industri. Kedua, memberikan alternatif kuat bagi masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Ketiga, mendukung upaya penurunan kemacetan dan emisi kendaraan bermotor, sekaligus meningkatkan kualitas udara. Keempat, memperkuat konektivitas kawasan industri dengan simpul-simpul transportasi di Jakarta.

NAIK BUS: Sejumlah pejabat saat berada di dalam Transjabodetabek Koridor Cawang–Cikarang di kawasan Jababeka, Cikarang Utara, Kamis (12/2). FOTO: DOKPIM

“Koridor ini bukan sekadar rute baru, tetapi bagian dari sistem transportasi terintegrasi yang akan memperkuat daya saing kawasan industri dan meningkatkan efisiensi mobilitas pekerja,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan layanan Transjabodetabek tidak hanya ditentukan oleh armada dan rute, melainkan juga oleh budaya penggunaan angkutan umum di masyarakat. Ia menambahkan, semakin banyak masyarakat beralih ke transportasi publik, maka manfaat kolektif akan dirasakan bersama, mulai dari waktu tempuh yang lebih pasti, biaya yang lebih efisien, kondisi jalan yang lebih lengang, hingga lingkungan yang lebih sehat. Kepada operator dan pengelola layanan, ia berpesan agar menjaga standar pelayanan, ketepatan waktu, keamanan, kenyamanan, serta kemudahan akses bagi seluruh pengguna.

“Kepercayaan publik dibangun dari kualitas layanan yang konsisten. Jaga standar pelayanan agar masyarakat semakin yakin menggunakan transportasi publik,” tegasnya

Mengakhiri sambutannya, Plt. Bupati Bekasi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan layanan Transjabodetabek B51 ini. Ia berharap langkah ini menjadi fondasi bagi pengembangan koridor-koridor berikutnya yang menjangkau lebih luas wilayah Kabupaten Bekasi.

Dengan resmi beroperasinya Transjabodetabek Koridor Cawang–Cikarang, Pemerintah Kabupaten Bekasi optimistis konektivitas kawasan industri dengan Jakarta semakin kuat, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem transportasi yang efisien, ramah lingkungan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Semoga hari ini menjadi awal penguatan sistem transportasi publik yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan di Kabupaten Bekasi.” pungkasnya.

Sebagai informasi, Rute B51 beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB. Tarif reguler dikenakan Rp 3.500. Namun khusus pada pagi pukul 05.00-07.00 WIB, penumpang mendapat tarif khusus Rp 2.000.

Pada tahap awal, sebanyak 14 unit bus low entry disiapkan untuk melayani rute ini. Headway atau jarak kedatangan bus ditetapkan 10 menit saat jam sibuk dan 20 menit di luar jam sibuk. Potensi pengguna layanan ini diperkirakan mencapai 1.700 lebih penumpang per hari.

Secara keseluruhan terdapat 11 titik pemberhentian di sepanjang rute. Tiga di antaranya berada di wilayah Jakarta, yakni Cawang Sentral Polypaint, Cawang Sentral, dan Pool Taksi Cawang. Sisanya berada di luar Jakarta, termasuk kawasan Hollywood Junction, Kedasih, Kasuari, Living Plaza Cikarang, Boulevard Arcade, Jalan Industri Raya 1, Jalan Industri Raya 2, dan Cafe Walk 7.(and/*)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |