Hutan Bambu Kota Bekasi Porak-Poranda

4 hours ago 11

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Hutan Bambu, destinasi wisata alam yang menjadi ikon Kota Bekasi, kini tampak porak-poranda usai mengalami longsor akibat erosi aliran Kali Bekasi pada Rabu malam (11/2).

Peristiwa ini memicu kepanikan warga karena akses jalan di bantaran kali retak dan beberapa fasilitas wisata Ikut terdampak.

Warga setempat, Sangga (34), mengatakan longsor tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan meluas ke dua kecamatan, yaitu Margahayu, Bekasi Timur, dan Margajaya, Bekasi Selatan, yang berada di bantaran Kali Bekasi.

“Bentangannya dari jembatan sampai ke RT 3, kurang lebih 80 sampai 90 meter. Kedalamannya sekitar 6 sampai 7 meter, dan bukan hanya di RT 3, di seberangnya daerah Koperpu juga longsor,” ujarnya.

Ia juga menyebut dampak yang ditimbulkan cukup serius.

“Ada rumah warga yang separuh longsor. Seberangnya, area wisata hutan bambu juga banyak pohon yang roboh,” kata Sangga, Kamis (12/2).

Sangga mengatakan longsor diduga dipicu perubahan debit air yang cukup ekstrem akibat kiriman air dari wilayah hulu.

“Bendung Bekasi sempat dibuka sampai airnya surut, sementara air di hulu masih tinggi. Jadi sebelum air datang, pinggir kali sudah longsor terkikis, ditambah lagi ketika air datang,” ucapnya.

Selain itu, kiriman sampah dari arah hulu juga terlihat menumpuk di aliran Kali Bekasi.

Sementara itu, Ketua RW 026, Margahayu, Bekasi Timur, Sanam menjelaskan, bahwa longsor terjadi mendadak sekitar pukul 18.20 WIB. Ia menduga adanya kesalahan teknis dalam pengelolaan buka-tutup aliran air di Bendung Bekasi.

“Kalau di wilayah kami, ini bukan banjir. SOP di bendungan memang mengharuskan air dikeringkan atau diturunkan terlebih dahulu. Artinya, jika air diturunkan lebih dulu, volume kiriman dari atas bisa tertampung di sini,” ujar Sanam.

Namun, jika air tidak diturunkan, khawatirnya air mandek dan akhirnya menimbulkan banjir di wilayah warga.

Ia menambahkan, meskipun SOP sudah dijalankan, penyesuaian di lapangan sangat penting.

“Antara menurunkan dan menaikkan air harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Secara SOP mungkin terlihat benar, tapi dampaknya di lapangan seperti ini perlu diperhatikan,” tambahnya.

Sanam menambahkan, warga bersama pengurus RW langsung ke lokasi untuk memantau kondisi dan berkoordinasi dengan petugas bendungan.

“Kalau diem saja, harusnya kita negosiasi juga ke pihak bendungan. Alhamdulillah petugas malam itu turun langsung untuk mengecek keadaan di sini,” ujarnya.

Longsor ini mengikis jalur pengunjung dan fasilitas di Hutan Bambu. Beberapa fasilitas yang terdampak antara lain

Jalur wisata sepanjang sekitar 200 meter Area duduk pengunjung yang berada di dekat aliran Kali Bekasi Fasilitas pendukung wisata lainnya

“itu ada toilet warga, ada dapur warga, rumah yang sementara itu ada dua belakangnya, terus ada budidaya cacing, habis semua, ada perahu, tiga unit perahu yang ke bawa,” jelasnya

Meski tidak menimpa rumah warga, kerusakan cukup signifikan sehingga pihak RW meminta bantuan pemerintah untuk stabilisasi lokasi dan perbaikan fasilitas.

“Harapan kami, pemerintah hadir untuk membenahi korban dan fasilitas di sini, serta menjamin keselamatan pengunjung,” tambah Sanam.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepariwisata Disparbud Kota Bekasi, Budiman menyampaikan keprihatinan atas longsor di wisata Hutan Bambu, Bekasi.

“Ini kejadian alam yang tidak kita harapkan. Hutan Bambu ini kan destinasi wisata terkenal di Kota Bekasi, tentu saja kita sedih melihat kondisinya,” ujar Budiman.

Budiman menambahkan, longsor mengakibatkan jalur pengunjung terputus dan area duduk hilang ke aliran Kali Bekasi:

“Dari ujung ke ujung sekitar 200 meter lebih, jalannya juga terputus. Sampai direkonstruksi, sementara area ini akan ditutup untuk keselamatan pengunjung,” katanya.

Menurut Budiman, pihak Disparbud akan melakukan pendataan material longsor dan menghitung kerusakan fasilitas, serta berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pengelolaan Kali Bekasi.

“Nanti kita hitung materialnya dan mengusulkan direkonstruksi. Kita buat pengumuman resmi supaya pengunjung tidak datang dulu sampai aman,” pungkasnya (rez)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |