Kejar Target Produksi Padi 503 Ton, Distan Kabupaten Bekasi Andalkan Sawah di Wilayah Utara

4 hours ago 7

Beranda Cikarang Kejar Target Produksi Padi 503 Ton, Distan Kabupaten Bekasi Andalkan Sawah di Wilayah Utara

ILUSTRASI : Warga berjalan dipematang sawah di Setu, beberapa waktu lalu. FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi berpacu dengan waktu memenuhi target produksi padi nasional yang ditetapkan Kementerian Pertanian. Dengan target mencapai 503 ton per musim per tahun, pemerintah daerah mengandalkan percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) di tengah ancaman alih fungsi lahan dan kekeringan.

Pada 2019, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi sempat melakukan verifikasi data Lahan Baku Sawah (LBS) dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN). Dari pendataan tersebut, luas lahan pertanian di Kabupaten Bekasi tercatat sekitar 57 ribu hektare.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Eem Embang, mengakui target yang diberikan pemerintah pusat cukup besar bagi wilayahnya. Terlebih, area persawahan di Kabupaten Bekasi terus tergerus oleh alih fungsi lahan menjadi kawasan industri, permukiman, hingga area komersial.

“Karena target pusat sangat besar terasa gitu. Kadang Kementerian selalu ada evaluasi pasca bulan untuk evaluasi kesanggupan berapa tanam, berapa juga panen,” ujar Eem, Rabu (26/8/2026).

Untuk mengejar target 503 ton per musim per tahun, pihaknya kini lebih mengandalkan area persawahan di wilayah utara Kabupaten Bekasi. Sementara kawasan selatan, seperti Cikarang Selatan dan Serang Baru, dinilai semakin sulit diandalkan akibat pesatnya pembangunan kawasan industri dan permukiman.

“Untuk Kabupaten Bekasi insyaallah target yang ingin kita capai 503 ton per musim per tahun. Karena kondisi wilayah kita, utara yang masih luasan seperti itu (sawah,red). Kalau daerah-daerah selatan udah banyak daerah industri dan perumahan,” tambahnya.

Eem menyebut Kecamatan Pebayuran masih menjadi salah satu tumpuan utama produksi padi karena memiliki areal persawahan yang luas dengan produktivitas tinggi.

“Untuk prioritas padi kita daerah Pebayuran yang masih luas, kemudian tonasenya juga masih lumayan bagus sampai bisa mengangkat 8 sampai 9 ton,” ucap Eem.

Selain alih fungsi lahan, ketersediaan air turut memengaruhi keberhasilan masa tanam. Lahan yang belum sempat ditanami atau masih dibiarkan kosong berstatus lahan bera sehingga belum dapat dimasukkan dalam perhitungan capaian LTT oleh pemerintah provinsi maupun pusat.

Untuk meminimalkan risiko tanaman mati akibat kekurangan air, bantuan pompa kini diintensifkan di sejumlah wilayah potensial, seperti Pebayuran, Sukatani, Sukakarya, Sukawangi, Muaragembong, dan Cabangbungin.

“Sekarang kita intensifkan bantuan pompa di lahan-lahan yang potensial tadi. Nah di lahan potensial tadi yang diupayakan kan tiga kali tanam ya, tiga kali panen pastinya untuk mengangkat swasembada pangan yang ada di Bekasi,” pungkasnya. (ris)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |