Beranda Berita Utama Gandeng KSAD, Pemprov Jabar Siapkan Skema Darurat Ubah Sampah Jadi Solar
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan keterangan kepada wartawan saat menghadiri peresmian groundbreaking PSEL Kota Bekasi, Rabu (26/8/2026). FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI
RADADBEKASI.ID, BEKASI – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyusun strategi penanganan sampah jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah di wilayah metropolitan, khususnya Bekasi Raya, Bogor Raya, dan Bandung Raya.
Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi terus bertambahnya volume sampah harian sebelum fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) resmi beroperasi penuh. Dalam penanganan jangka pendek, Pemprov Jabar bekerja sama dengan Kepala Staf Angkatan Daerah (KSAD) untuk mengolah sampah harian menjadi bahan bakar solar menggunakan teknologi pirolisis.
“Di wilayah Provinsi Jawa Barat, terutama wilayah Bekasi Raya, Bogor Raya, dan Bandung Raya. Tiga titik ini. Dalam jangka pendek, sampah dikelola nanti melalui Kepala Staf Angkatan Darat untuk dirubah menjadi solar,” ujar Dedi saat acara peresmian groundbreaking proyek PSEL di Ciketing Udik pada Rabu, (26/8/2026).
Selain itu, Pemprov Jabar juga menyatakan kesiapannya mengalokasikan anggaran sewa lahan Perhutani hingga 30 tahun ke depan untuk menampung dan mengolah sampah sementara.
“Dan hal-hal teknisnya seperti tadi kelihatannya di Bandung Barat, ada areal Perhutani, kalau perlu Pemprov Jabar mengeluarkan biaya sewa untuk 30 tahun ke depan terhadap tanah itu, kita bersedia. Karena apa? Karena ancaman jangka pendek sebelum pabrik listrik ini beroperasi, sampahnya tetap datang. Dan itu harus ditangani,” tegas orang nomor satu di Jawa Barat ini.
Sementara untuk jangka panjang, keberadaan teknologi PSEL diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi di Jawa Barat sekaligus menekan biaya tarif listrik bagi masyarakat di masa depan.
“Pembangkit listrik yang sumbernya dari sampah yang tentunya akan memperkuat sumber energi yang ada di Jawa Barat dan tentunya mudah-mudahan harga listrik bisa murah ke depan,” jelas pria yang akrab disapa KDM itu.
Lebih lanjut, Pemprov Jabar menyambut positif terobosan inovasi tersebut dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dengan tidak membuang sampah sembarangan serta memilah sampah langsung dari tingkat rumah tangga. (zak)

4 hours ago
7

















































