Dokter Gerakan Anak Negeri Jadi yang Pertama Datang, 282 Warga Terdampak Gempa NTT Dapat Layanan Kesehatan

6 hours ago 8

RADARBEKASI.ID, ENDE – Warga terdampak gempaNusa Tenggara Timur (NTT) di Desa Mundinggasa dan Natanangge, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, NTT, antre mengikuti pemeriksaan gratis yang digelar relawan Gerakan Anak Negeri, Selasa, 25 Agustus 2026. Mereka semringah lantaran dokter dan perawat GAN menjadi yang pertama menjangkau wilayah mereka.

Lokasi pertama yang didatangi yakni Desa Mundinggasa. Tim medis langsung disambut kepala desa, Wenseslaus Mega, di halaman rumahnya yang dijadikan lokasi pemeriksaan kesehatan.

Pelayanan sudah dimulai sebelum pukul 09.00 WIB, didampingi Bidan Puskesmas Desa Mundinggasa, Waldetrudis Kune. Tenda sederhana dengan bangku yang disediakan cepat terisi penuh. Lansia hingga anak-anak.

Satu per satu antre. Dicatat nama, usia, hingga berat badan. Dicek saturasi, suhu tubuh, tekanan darah dan nadi oleh perawat RSUD Kota Bogor yang dibawa GAN, Adi Nurrohman Majid.

Setelah melewati screening awal, warga dilayani Faris Maulana Irfan, dokter RSUD Kisa Depok sebelum didiagnosa dan diberikan resep. Menurutnya, mayoritas warga mengeluhkan ISPA, hipertensi, hingga nyeri badan.

“Faktornya bisa dipicu musim, cuaca, bisa juga karena menurunnya imun setelah gempa,” terangnya.

Warga urut Cimande tim Relawan GAN di Desa Natanangge, Kabupaten Ende, NTT, Selasa (25/8/2026). FOTO: ARIFIN/METROPOLITAN

Dokter lalu memberikan resep ke Topan Aditya, perawat Puskesmas Bogor Selatan, Kota Bogor, yang juga langganan mengabdi di lokasi bencana bersama Gerakan Anak Negeri. Warga pulang membawa obat. Berharap kesehatan menyertainya.

Total, 146 warga terdampak gempa NTT di Desa Mundinggasa terlayani; 98 perempuan dan 48 laki-laki. Termasuk banyak anak-anak di dalamnya.

Dua ahli pijat Cimande, Ihwan Setiawan dan M Padlillah yang turut serta juga banyak menarik minat warga. Total, 31 orang dilayani. Bukan jumlah yang sedikit untuk hanya dua ahli pijat.

Beres dari Mundinggasa, tim langsung bergerak ke Desa Natanangge, hanya sebelahan dengan desa sebelumnya. Panas terik menyengat. Roda kendaraan menghempaskan debu ke udara. Kendaraan menepi di pinggir jalan yang sepi. Tim advance Gerakan Anak Negeri, Arie Sudharisman, sigap membawa kardus-kardus berisi obat. Merapikannya di atas meja yang sudah disediakan.

Sama seperti di desa sebelumnya, warga begitu semringah ketika tenaga medis dan ahli Cimande tiba. Banyak lansia yang sudah menunggu. Katanya, baru kali ini tenaga medis datang ke wilayahnya usai gempa NTT yang terjadi pada 15 Agustus lalu.

BACA JUGA: Relawan Gerakan Anak Negeri Bawa Makanan Ringan, Senyum Anak-anak Natanangge Terdampak Gempa NTT Merekah

“Dokter ini yang pertama datang ke sini. Sebelumnya belum pernah ada. Semua warga desa datang periksa ke sini,” ungkap Maria.

Menurutnya, setelah gempa terjadi, banyak warga yang mengeluhkan sering capek, lemas dan susah tidur hingga cemas. Bencana gempa yang terjadi cukup menakutkan. Hingga kini, warga juga masih sering tidur di tenda yang dibangun secara mandiri di depan rumah mereka mengantisipasi gempa susulan.

“Seminggu setelah gempa ini, ada lemas, susah tidur, cemas dan panik,” jelasnya.

Tak sedikit juga warga yang bersabar ingin dipijat dengan ahli refleksi dari Cimande. 20 warga terlayani hingga tenaga-tenaga terakhir mereka. Artinya, dalam sehari, per orang bisa memijat lebih dari 20 warga.

“Capek mah pasti, karena banyak banget yang minta dipijit. Tapi kita selesaikan semuanya, kasihan warga udah nunggu,” ujar Kang Ihwan Setiawan yang juga langganan turun dalam aksi kemanusian.

Ia menjelaskan, mayoritas warga mengeluhkan sakit badan. Kondisi tersebut diduga dipicu oleh rasa panik usai gempa melanda.

“Saraf kejepit ada, kebanyakan sakit badan. Kalau sakit badan itu nggak bisa sebentar, semuanya diurut. Ini bisa karena panik juga karena masih takut habis gempa, larinya ke pikiran, badan jadi cepet capek juga,” jelasnya.

Di Desa Natanangge, 84 warga terlayani oleh tim medis dan 20 warga oleh ahli pijat Cimande. Secara keseluruhan, 282 warga terlayani tim Gerakan Anak Negeri di dua desa tersebut.

Sementara itu, Koordinator Gerakan Anak Negeri, Iqbal Muhammad, bersyukur antusiasme warga terhadap pemeriksaan kesehatan begitu tinggi. Bahkan, kepala desa juga sangat membantu dalam mengajak warga.

“Alhamdulillah antusiasme warga sangat tinggi, kepala desa juga luar biasa membantu mengajak warganya untuk datang,” terangnya.

Yang menjadi kendala, stok obat-obatan kian menipis. Puskesmas Maukora ikut membantu memenuhi beberapa obat yang habis.

“Sampai hari ini kami masih bisa berjalan, kemarin dibantu juga obat-obatan dari Puskesmas Maukaro untuk memenuhi beberapa obat kami yang habis. Tapi stoknya juga menipis. Kalau kondisi tim medis sampai hari ini terus bekerja maksimal, tulus dan ikhlas, tidak ada kendala sedikitpun. Secara fisik memang tenaga medis ini anak-anak muda yang tangguh. Cuma memang antusiasme warga sangat tinggi,” sambungnya.

Melihat kondisi warga, Iqbal berharap dukungan terus mengalir untuk gerakan kemanusian. Warga juga saat ini masih membutuhkan banguan logistik seperi makanan, selimut, hingga terpal.

“Selain dukungan medis, kami juga berharap ada dukungan logistik seperti makanan, terpal, hingga selimut. Karena banyak warga yang masih tidur di tenda mandiri di depan rumah. Kalau malam cuacanya dingin,” pungkas Iqbal. (Arifin/Metropolitan)

Bantu warga NTT yang terdampak gempa. Bersama Gerakan Anak Negeri, ulurkan kepedulian melalui donasi. Caranya mudah, cukup scan QRIS di bawah ini.

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |