Beranda Berita Utama HUT ke-29 Kota Bekasi: Wali Kota Sebut Warga Kini Jadi Kekuatan Inti Pembangunan, Bukan Sekadar Penonton
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, didampingi Wakil Wali Kota Bekasi, Harris Bobihoe, menjawab pertanyaan wartawan usai memberikan penyematan helm tanda kepahlawanan Mayor M. Hasibuan, Selasa (10/3). FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan refleksi atas perjalanan pembangunan kota.
Menurutnya, berbagai capaian telah diraih. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama demi mewujudkan pembangunan Kota Bekasi yang berkelanjutan.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, yang bisa dipersembahkan, tetapi tentu masih banyak PR yang harus tentu menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ujar Tri usai Upacara Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi, di Alun-Alun M Hasibuan, Selasa (10/3).
Dalam momentum hari jadi Kota Bekasi ini, Tri mengajak masyarakat untuk bersatu, bergotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ia menilai keberhasilan pembangunan ke depan sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat.
“Dan ini hanya bisa dilakukan kalau kemudian warga masyarakatnya bersatu, warga masyarakatnya mau gotong royong, masyarakatnya mau peduli. Jadi oleh karena itu tentu pemerintah hanya menggelorakan saja,” jelas Tri.
Tri menambahkan, masyarakat Kota Bekasi kini tidak lagi sekadar menjadi penonton dalam proses pembangunan. Melalui program bantuan Rp100 juta per RW, warga justru berada di garda terdepan dan menjadi kekuatan utama dalam mendorong pembangunan di lingkungan masing-masing.
“Tetapi sebetulnya warga masyarakat yang kemudian bergerak, Apalagi dengan program Lingkar Keren, RW, itu menjadi garda terdepan hari ini, mereka menjadi kekuatan inti dalam rangka proses pembangunan, mereka tidak saja sebagai penonton, tetapi hari ini sudah menjadi subjek dan objek dari satu proses pembangunan,” pungkasnya.
“Mereka yang mulai melakukan perencanaan, termasuk proses Musrenbang, itu bukan hanya sebagai seremonial, tetapi itu sebagai langkah awal proses perencanaan untuk kemudian kita wujudkan pada satu tahun ke depannya. Tentu ada capaian RPJMD, target-target lima tahun yang harus kita capai,” tambahnya. (cr1)

4 hours ago
4

















































