Dishub Kabupaten Bekasi Kebit Benahi Sarpras Jalan Sambut Arus Mudik Lebaran 2026

7 hours ago 8

Beranda Berita Utama Dishub Kabupaten Bekasi Kebit Benahi Sarpras Jalan Sambut Arus Mudik Lebaran 2026

AKAN DITUTUP: Sejumlah pengendara memutar balik di U-Turn Jalan RE Martadinata, Cikarang Barat, Senin (9/3). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi kebut membenahi sarana dan prasarana (sarpras) jalan untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026. Perhatian utama diarahkan pada penerangan jalan dan pengaturan lalu lintas di jalur-jalur krusial.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, mengungkapkan bahwa sektor pencahayaan menjadi perhatian serius, terutama di jalur utama non-tol yang kerap dilalui pemudik sepeda motor. Pihaknya memastikan jalur Inspeksi Kalimalang akan terang saat masa mudik tiba.

“Kami juga sedang mempersiapkan untuk PJU, khususnya di Kalimalang dari batas kota sampai batas Karawang, termasuk Jalan Nasional. Mudah-mudahan nanti pas masa mudik udah nyala semua lah PJU-nya,” kata Agus, Senin (9/3).

Selain penerangan, Dishub juga menyiapkan kelengkapan rambu, marka jalan, dan petunjuk arah untuk mendukung rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan pihak kepolisian. Hal ini penting karena akan ada pengaturan putaran balik (U-turn) di sejumlah titik jalur mudik.

“Kami memberikan dukungan rambu dan marka. Nanti pihak Polres Metro Bekasi mengatur U-turn, jadi mana yang ditutup, mana yang dibuka. Nah itu kan nanti juga akan pengaruh ke informasi bagi pemudik,” tambahnya.

Perubahan pola arus lalu lintas akibat penutupan sejumlah persimpangan juga membuat Dishub harus melakukan penyesuaian pada lampu lalu lintas di beberapa titik. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi kebingungan maupun penumpukan kendaraan.

“Traffic light juga harus disetting ulang. Karena kalau ada beberapa simpang yang ditutup, pengaturan lampu lalu lintas harus disesuaikan supaya tidak membingungkan pengemudi,” jelas Agus.

Terkait maraknya U-turn ilegal yang kerap memicu kemacetan dan kecelakaan, Agus menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan tegas berdasarkan koordinasi dengan kepolisian serta aduan masyarakat. Saat ini Dishub masih melakukan pendataan terhadap U-turn ilegal di sepanjang jalur Pantura dan Inspeksi Kalimalang.

“Salah satu contoh seperti di Jalan RE Martadinata yang sudah kami tutup karena ada aduan dan dinilai membahayakan. Termasuk U-turn lain yang berpotensi menghambat arus lalu lintas juga akan kami evaluasi dan kemungkinan ditutup,” terangnya.

“U-turn illegal seperti di RE Martadinata juga kita tutup, karena adanya aduan melalui Ibu kapolres, kita tutup karena membahayakan. Nah termasuk sebetulnya U-turn yang sekarang berfungsi itu yang nanti kira-kira menghambat arus lalu lintas pasti akan ditutup juga,” terangnya.

Selama pengamanan arus mudik Lebaran 2026, Dishub Kabupaten Bekasi juga menyiapkan puluhan personel yang akan disiagakan di posko-posko mudik serta titik rawan kepadatan lalu lintas. Para personel tersebut akan bergabung dalam pengamanan di bawah komando Polres Metro Bekasi.

“Kami sendiri sudah menyiapkan 70 personil untuk bergabung dengan Polres Metro Bekasi dalam pengaturan lalulintas di masa mudik,” tutur Agus.

Seluruh pengerjaan sarana dan prasarana ditargetkan rampung sebelum 13 Maret 2026. Target ini dipasang karena arus kendaraan diperkirakan mulai meningkat pada pertengahan Maret.

“Target penyelesaian itu sebelum 13 Maret. Nah kalau untuk sarana yang lain sih, kayak PJU segala macam, juga sebelum 13 Maret. Kita nanti serentak akan pemasangan rambu,” ucapnya.

Agus juga mengakui adanya kekhawatiran terkait proyek rekonstruksi jalan yang masih dalam proses pengadaan di sejumlah instansi lain menjelang arus mudik. Oleh karena itu, pihaknya telah berkoordinasi agar proses perbaikan dapat dipercepat.

“Itu juga tadi yang termasuk jadi atensi yang sudah kita sampaikan. Karena kalau bisa kan tanggal 13 Maret arus mudik itu volumenya udah banyak nih. Jadi kita tadi juga sudah mengimbau nih, kalau bisa dilakukan percepatan lah,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengatakan Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan anggaran untuk perbaikan jalan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk penanganan darurat melalui skema pergeseran anggaran agar perbaikan dapat dilakukan lebih cepat tanpa menunggu proses birokrasi yang panjang.

“Terkait kesiapan jalan untuk arus mudik, kita kemarin sudah ada pergeseran untuk jalan-jalan yang memang berlubang harus kita rapikan. Untuk sementara kita tambal-tambal yang di daerah itu sekitar Rp1 miliar sampai Rp2 miliar karena sifatnya nambal. Tapi nanti untuk (pengerjaan) permanennya kita ada di APBD Murni,” terang Asep.

Asep menambahkan, pengerjaan fisik di sejumlah titik krusial akan segera dimulai. Ia memastikan sebelum arus mudik berlangsung, kondisi jalan utama di Kabupaten Bekasi sudah dalam keadaan baik.

“Banyak titiknya. Kalau jalan nasional, kita sudah mengajukan. Kemarin saya bertemu dengan gubernur, ada 33 km yang sampai perbatasan Bojong, kita minta perbaikan dari nasional,” pungkasnya. (ris)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |