Beranda Berita Utama Benda Diduga Mortir Bekas Meledak di Babalen, Satu Orang Tewas
JADI TONTONAN: Sejumlah warga memenuhi Tempat Kejadian Perkara (TKP) ledakan dari benda diduga mortir bekas di Babelan, Minggu (23/11). ARIESANT/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebuah benda diduga mortir bekas meledak di halaman rumah warga yang juga difungsikan sebagai warung di Kampung Ujung Harapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Minggu (23/11) sekitar pukul 14.30 WIB. Ledakan tersebut menewaskan pemilik rumah, Hidayatullah (30).
Warga sekitar, Jeje (37), mengatakan ia mendengar dentuman keras kemudian melihat asap hitam membumbung dari jarak sekitar satu kilometer. Ia kemudian mendatangi sumber ledakan dan asap tersebut.
“Saya dari jauh melihat asap hitam, jadi datang ke sini karena penasaran gas atau apa. Pas sampai sini korban udah tertelungkup,” ucap Jeje di lokasi kejadian.
Setelah melihat adanya korban, lanjut Jeje, seorang warga masuk ke halaman rumah untuk menutupi tubuhnya agar tidak disentuh warga lain. Ia juga melihat potongan benda yang diduga mortir berserakan di lokasi.
“Kalau liat dari barangnya itu kayak benda bekas mortir atau apa gitu. Itu di gerindra sama korban,” tambahnya.
Menurut Jeje, korban sehari-hari bekerja sebagai pemulung barang bekas di wilayah Babelan. Ia menduga benda tersebut ditemukan korban saat mencari barang bekas lalu dibawa pulang.
“Mungkin dia gak tau dibawa terus digerinda. Ada bbrp potong akhirnya meledak,” katanya.
Saat kejadian, dikatakan Jeje, istri dan ipar korban yang masih berusia sekitar 10 tahun berada di dalam rumah dan selamat.
“Untuk korban satu, tapi di situ ada istrinya sama iparnya usia 10 tahunan, dia selamat,” kata Jeje.
Sementara itu, Kapolsek Babelan Kompol Wito membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan ledakan dipicu benda semacam peluru tank yang digerinda korban untuk dijual.
“Semacem peluru tank gitu, besi biasa. Jadi meledak. Meninggal dunia hanya satu orang,” kata Wito.
Sebelum digerinda, kata Wito, keluarga sudah mengingatkan korban untuk tidak menyentuh benda tersebut karena berbahaya. Namun korban tetap mencoba memotong benda tersebut.
“Karena udah diingetin keluarganya udah jangan diapa-apain, tapi orang itu karena mau ditimbang dijual kan digerindra. Digerindra ya meledak namanya misil kan walaupun udah lama kan tetep ini (aktif),” tambah Wito.
Lokasi kejadian kini telah dipasang garis polisi. Warga masih memadati area tersebut untuk melihat langsung. Meski terjadi ledakan, bangunan rumah korban tidak mengalami kerusakan.
“Polisi langsung ke TKP, police line. Semua udah menyusuri tidak ada di TKP bahan yang menyerupai,” tandasnya. (ris)

1 week ago
27

















































