Beranda Berita Utama 100 Hari Tragedi Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Realisasi Santunan Gubernur Jabar Belum Merata
Keluarga korban tragedi kecelakaan KRL saat doa bersama di Stasiun Bekasi Timur, Jumat (7/8/2026). FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ketua Paguyuban Keluarga Korban Tragedi Kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) Bekasi Timur, Anggi Al Hakim, mengungkapkan realisasi santunan yang dijanjikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, alias KDM belum diterima seluruh keluarga korban. Dari total 16 keluarga korban meninggal, baru empat keluarga yang telah menerima santunan.
“Kita sudah ke Gedung Sate dua kali, kita sudah ke kediaman beliau. Namun ya itu, baru dapat informasi kemarin bahasanya mungkin baru ada proses tindak lanjutnya gitu. Jadi dari total 16 korban, yang baru disantuni itu baru empat,” ujar Anggi di sela kegiatan doa bersama dan tabur bunga memperingati 100 hari tragedi KRL Bekasi Timur di Stasiun Bekasi Timur, Jumat (7/8/2026).
Anggi mengaku sempat dihubungi pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjelang genap 100 hari tragedi tersebut. Namun, komunikasi itu baru terjalin setelah keluarga cukup lama menantikan realisasi komitmen yang sebelumnya telah dijanjikan.
“Memang sebelum 100 hari kejadian ini, kami baru dihubungi lah bahasanya, dari sekian lama kami menunggu realisasi tersebut. Ya alhamdulillahnya sudah ada iktikad baik, kami sudah dihubungi dan mungkin kami sedang memproses itu gitu. Dan itu pun bahasanya kami jemput bola. Sampai hari ini memang belum,” ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berjanji memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada setiap keluarga korban yang meninggal akibat kecelakaan KRL.
“Yang meninggal juga saya sudah titip tadi, saya sudah sesuai dengan yang saya ucapkan ketika pagi, setiap yang meninggal itu dikasih 50 juta,” kata Dedi Mulyadi kepada wartawan di RSUD Kota Bekasi, Rabu (29/4/2026).
Tak hanya itu, Dedi juga sempat menyantuni para korban luka yang dirawat untuk meringankan beban akibat tidak bisa bekerja atau beraktivitas karena harus menjalani perawatan saat itu.
“Sehingga saya tadi menitip ke setiap pasien masing-masing 10 juta rupiah untuk seluruh pasien yang sekarang masih dirawat di seluruh Kota Bekasi,” ungkapnya. (zak)

3 hours ago
7
















































