10.218 Jiwa Terdampak Banjir di Kabupaten Bekasi

21 hours ago 17

BANJIR LAGI: Foto udara permukiman warga yang terdampak banjir di Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Minggu (8/3). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Banjir menerjang 14 desa di Kabupaten Bekasi pada Minggu (8/3). Bencana tersebut dipicu curah hujan tinggi sejak Sabtu (7/3) malam serta meluapnya Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL). Akibatnya, sebanyak 10.218 jiwa terdampak.

Di Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, sejumlah kawasan perumahan ikut terdampak banjir, di antaranya Perumahan Grand Permata Residence, Prime House, Karnaen Residence, serta Wahana Srimukti. Air mulai masuk ke permukiman warga sejak pagi hingga siang hari dan terus meningkat.

Ketinggian air yang merendam permukiman bervariasi, mulai dari sekitar 30 cm hingga mencapai 80 cm. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu dan sebagian harus menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah.

Salahsatu warga, Nanang (51),mengungkapkan banjir terjadi secara perlahan namun cukup parah. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga mengungsi karena rumah mereka tidak lagi aman ditempati.

“Banjirnya lumayan parah, banjir di sini kiriman dari Sungai CBL. Kalau di sini ada 39 KK yang terdampak, saya mengungsi karena ada anak dan orangtua sakit,” kata Nanang, Minggu (8/3).

Pemerintah desa telah menyiapkan beberapa titik pengungsian bagi warga terdampak, seperti ruko kosong, tenda darurat, serta gedung SDN Srimukti 03.
Di lokasi pengungsian, warga yang mengungsi sebagian besar membawa anak-anak serta anggota keluarga yang rentan terhadap penyakit.

Warga lainnya, Ria (48), mengatakan dirinya terpaksa mengungsi ke SDN Srimukti 03 karena air sudah masuk hingga ke dalam rumahnya, termasuk kamar tempat ia bersama suami dan anak-anaknya beristirahat.

Di lokasi pengungsian, warga saling membantu menyediakan makanan bagi para pengungsi, terutama untuk kebutuhan berbuka puasa dan sahur selama Ramadan.

“Kita dari warga sendiri berbagi makanan buat buka dan sahur. Biasanya dari aparat setempat juga ada bantuan. Ini mengungsi tadi pagi,” tutur Ria.

Ia mengungkapkan banjir di wilayah tersebut sudah berulang kali terjadi. Bahkan menurutnya, banjir kali ini merupakan yang ketujuh kalinya melanda kawasan tempat tinggalnya.

Ria berharap pemerintah segera melakukan perbaikan saluran air serta normalisasi Sungai CBL agar banjir tidak terus berulang.

“Ini banjir yang ketujuh kalinya pak. Harusnya saluran air dan kali CBL diperbaiki,” tandasnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat ribuan warga terdampak banjir akibat luapan sejumlah sungai di wilayah Kabupaten Bekasi yang tersebar di 14 desa di tujuh kecamatan.

Hingga Minggu (8/3) pukul 16.00 WIB, sebanyak 10.218 jiwa tercatat terdampak banjir. Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan sungai meluap ke permukiman warga.

“Berdasarkan pendataan sementara, terdapat 14 desa yang terdampak banjir dengan total 34 titik lokasi kejadian,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi.

Berdasarkan hasil asesmen BPBD, ketinggian air di sejumlah wilayah bervariasi. Di Desa Sukamekar, tinggi muka air berkisar 10–50 cm. Di Desa Huripjaya mencapai 10–40 cm, sedangkan di Desa Buni Bakti sekitar 30–50 cm.

Selain itu, banjir juga terjadi di Desa Labansari, Desa Bojong Sari, serta beberapa wilayah lain dengan ketinggian air antara 10 hingga 40 cm. BPBD juga mencatat wilayah lain seperti Kelurahan Jatimulya, Desa Mekarsari, dan Desa Setiamekar turut terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 30–50 cm di beberapa titik. (ris)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |