Warga Bumi Sani Tambun Disiram Air Keras Saat Menuju Musala

3 hours ago 10

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tri Wibowo (60), warga Perumahan Bumi Sani, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, disiram air keras oleh orang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi di lingkungan tempat tinggal korban RT 01 RW 014, Senin (30/3) sekitar pukul 04.50 WIB.

Berdasarkan keterangan warga, saat itu lingkungan sekitar dalam kondisi sepi. Pagi itu, korban berjalan kaki menuju musala untuk menunaikan salat subuh. Tiba-tiba, dua orang yang mengendarai sepeda motor berboncengan menyiram air keras ke wajah dan tubuh korban.

“Korban sedang berjalan. Menurut informasi tukang sebelah tetangganya itu melihat dua orang pakai satu motor, helm lengkap, yang bonceng pake celana pendek. Semua kejadian terekam CCTV,” ucap warga sekitar, Jefi Samhadi (59), kepada wartawan, Senin (30/3).

Menurutnya, warga menduga kuat aksi penyiraman itu telah direncanakan. Dari rekaman kamera pengawas yang dikumpulkan warga, pelaku terlihat sempat berputar-putar di gang perumahan sebelum melakukan aksinya.

“Iya, dibuntuti dari mulai keluar rumah. Dia (pelaku) udah tau makanya muter-muter nungguin. Korban jalannya memang pelan karena (pemulihan,red) stroke. Sepertinya dia (pelaku) lewat gang sebelah ini depan muter ke sini balik lagi ke sana,” tambahnya.

Jefri mengungkapkan, korban sudah tidak bekerja setelah pensiun. Menurutnya, korban dikenal warga sebagai sosok yang pendiam.

“Dia memang orangnya pendiam, jadi kalau salat yaudah duduk. Selesainya dia langsung pulang biasanya,” ujarnya.

Motif di balik aksi keji tersebut masih menjadi tanda tanya besar bagi warga sekitar. Pasalnya, korban disebut tidak memiliki riwayat konflik dengan pihak mana pun.

“Makanya saya bingungnya di situ kenapa orang seperti itu kok jadi korban. Apakah itu salah sasaran? tapi kalau dibilang salah sasaran kok dia sepertinya sudah ngintip di sana sedang ngikutin,” kata Jefi.

Akibat peristiwa itu, sebagian wajah dan badan korban mengalami luka bakar. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Saya taunya setelah kejadian di rumah sakit kelihatannya yang disiram di bagian separuh wajah sampai badan. Sekarang ini korban masih di rumah sakit,” terang Jefi.

Peristiwa ini menimbulkan keresahan warga. Pasalnya, aksi penyiraman air keras tercatat sudah terjadi tiga kali di perumahan tersebut. Sebelumnya, sasaran pelaku hanya kendaraan milik warga.

“Peristiwa ini udah tiga kali. Pertama mobil Fortuner di situ juga TKPnya, kedua ya ini. Sebelumnya katanya dia menyiram mobil juga di RT sebelah sana. Jadi sudah tiga kali inilah kejadian, cuma sebelumnya itu kendaraan. Nah kali ini orang makanya kita jadi ikut resah,” tuturnya.

Kasus ini telah dilaporkan secara resmi ke aparat kepolisian. Warga berharap, Polres Metro Bekasi segera mengungkap kasus ini.

“Kali ini karena menyangkut jiwa manusia ya kita laporkan ke polisi untuk diusut. Mudah-mudahan dengan adanya pihak kepolisian ini bisa diusut tuntas,” ucapnya.

Sementara, Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuriyanti, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan, jajarannya telah berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Metro Bekasi untuk menangani kasus ini.

“Sudah monitor. Tadi kami sudah lakukan olah TKP bersama Sat Reskrim Polres,” kata Wuriyanti.

Terkait motif maupun kronologi lengkap peristiwa, polisi belum bisa membeberkan lebih lanjut karena proses penyelidikan masih berlangsung.

“Saat ini masih dalam penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi,” ucapnya.

Pihaknya mengimbau publik untuk tidak berspekulasi dan memberikan waktu bagi mereka untuk mengungkap identitas serta menangkap pelaku.

“Mohon doanya, semoga kasus ini segera terungkap,” pungkasnya. (ris)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |