Beranda Olahraga Warga Bekasi Meninggal Saat "Trail Run" di Sentul, Ini Kronologinya
Ilustrasi Trail Run. FOTO: GETTY IMAGES
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ajang lari lintas alam (trail run) dalam event Lebarun 2026 di kawasan Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, berujung duka. Seorang peserta inisial RAF (34), warga Kabupaten Bekasi, meninggal dunia saat mengikuti perlombaan yang berlangsung pada Sabtu (28/3) tersebut.
Kapolsek Babakan Madang AKP Trias Karso Yuliantoro mengatakan, pihaknya mengetahui kejadian tersebut dari laporan di lapangan dan langsung melakukan penanganan hingga ke rumah sakit.
Trias menyebut, kegiatan tersebut tidak dikoordinasikan dengan pihak kepolisian.
“Setahu kita tidak ada izinnya. Maksudnya tidak ada pemberitahuan ke pihak polsek, bahkan ke polres juga gak ada,” ujar Trias dikutip dari Radar Bogor, Selasa (31/3).
Berdasarkan keterangan saksi, Trias menjelaskan, korban berangkat dari rumahnya di Bekasi sekitar pukul 04.00 WIB untuk mengikuti lomba kategori 28 kilometer. Namun, saat memasuki kilometer lima, korban tiba-tiba berhenti dan jatuh pingsan.
“Dia jatuh pingsan, ditolongin sama orang-orang yang lain, di situ kan yang ikut trail run juga, nah di situ, udah berbusah dan segala macam,” jelas Kapolsek.
Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit EMC Sentul. Setibanya di rumah sakit, kondisinya sudah kritis dengan denyut nadi sangat lemah.
“Dari keterangan dokter, meninggal karena kecapean berlebihan,” tambahnya.
Trias menegaskan, jika penyelenggara melakukan koordinasi sebelumnya, kepolisian dapat membantu memastikan kesiapan standar operasional prosedur (SOP), terutama terkait aspek kesehatan dan keselamatan peserta.
“Kesehatannya disiagakan, mobil kesehatannya kemudian namanya kegiatan olahraga itu sebelum melakukan lari trail run itu kan harusnya dicek nadinya atau segala macam tensinya, karena kan itu SOP yang harus dipenuhi,” tegas Trias.
Pasca kejadian, keluarga korban disebut tidak membuat laporan resmi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.
“Polisi kan tetap bergeraknya berdasarkan laporan, tapi dari pihak korbannya pun kan tidak mau,” pungkasnya. (rb)

15 hours ago
18

















































