Beranda Berita Utama Urai Kemacetan Arus Mudik, Simpang Sentra Grosir Cikarang Ditutup Sementara
BAKAL DITUTUP: Pengendara melintasi simpang SGC Jalan RE Martadinata, Kecamatan Cikarang Utara, Minggu (15/3). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kepadatan lalu lintas di persimpangan Sentra Grosir Cikarang (SGC), Jalan RE Martadinata, Cikarang Utara, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bekasi pada arus mudik Lebaran 2026.
Untuk mengurai penumpukan kendaraan yang kerap mengular hingga kawasan Pasar Baru Cikarang, Dinas Perhubungan (Dishub) berencana menutup sementara persimpangan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, mengatakan lampu lalu lintas di simpang SGC selama ini menjadi salah satu titik utama tersendatnya arus kendaraan di jalur arteri. Penutupan simpang dinilai sebagai langkah paling rasional agar arus pemudik tetap mengalir tanpa terhambat lampu merah.
“Di kawasan Pasar Baru atau Martadinata kemungkinan simpang menuju SGC akan kita tutup sementara. Kendaraan yang melintas tidak bisa langsung belok ke sana dan harus memutar di titik tertentu,” kata Agus, Minggu (15/3).
Menurutnya, skema tersebut bertujuan menghilangkan titik henti kendaraan di simpang SGC. Dengan demikian, kendaraan dari arah barat menuju timur diharapkan dapat melintas dengan kecepatan yang lebih stabil.
“Selama ini kemacetan terjadi karena kendaraan berhenti di lampu merah. Kalau simpang itu ditutup, kendaraan yang melintas bisa terus berjalan tanpa harus berhenti,” katanya.
Selain itu, Dishub juga akan menata kapasitas jalan di depan Pasar Baru Cikarang. Dari tiga lajur yang tersedia, satu lajur akan dimanfaatkan sebagai area parkir pasar, sementara dua lajur lainnya dioptimalkan untuk menampung arus kendaraan menuju Karawang.
“Di depan pasar jalannya melebar menjadi tiga lajur. Satu lajur kita optimalkan untuk parkir, sementara dua lajur lainnya untuk arus kendaraan agar tetap bergerak,” terang Agus.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, sebagian kendaraan, terutama kendaraan besar akan dialihkan melalui Jalan Yos Sudarso agar beban lalu lintas tidak menumpuk di sekitar simpang SGC.
Rekayasa lalu lintas ini telah dimatangkan melalui koordinasi dengan pihak kepolisian. Sejumlah titik putaran balik (U-turn) yang dinilai rawan juga akan dipasangi water barrier untuk mendukung kelancaran arus kendaraan.
Agus menekankan bahwa kelancaran lalu lintas harus berjalan beriringan dengan aspek keselamatan, mengingat tingginya jumlah pemudik roda dua yang akan melintasi wilayah Kabupaten Bekasi.
“Banyak pemudik motor yang melakukan perjalanan jauh. Kita khawatir mereka kelelahan atau terburu-buru di jalan, sehingga aspek keselamatan juga menjadi perhatian,” tandas Agus. (ris)

5 hours ago
11

















































