RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Nama Sienna Ameerah Kasyafani belakangan ramai jadi perbincangan di media sosial. Putri dari Marshanda itu menarik perhatian publik setelah mengunggah video tanpa mengenakan hijab, sesuatu yang cukup mengejutkan bagi banyak orang.
Selama beberapa tahun terakhir, Sienna yang kini berusia 13 tahun dikenal konsisten tampil berhijab. Karena itu, perubahan penampilannya dalam konten terbaru langsung memicu beragam reaksi dari warganet. Mulai dari komentar yang mendukung, mempertanyakan, hingga spekulasi yang berkembang luas di berbagai platform.
Di tengah riuhnya perbincangan tersebut, Marshanda akhirnya angkat bicara. Lewat unggahan di Instagram, ia membagikan foto kebersamaannya dengan Sienna, keduanya tampil tanpa kerudung. Namun yang lebih mencuri perhatian adalah pesan panjang yang ia tulis, yang menyentuh soal perjalanan menemukan jati diri.
Dalam tulisannya, Marshanda menegaskan bahwa ia tidak sedang mendukung hal-hal yang dianggap menyimpang. Namun, ia percaya bahwa setiap individu perlu melalui proses yang jujur untuk benar-benar mengenal dirinya sendiri.
“Saya tidak mendukung pilihan untuk menjadi sesat. Yang saya dukung adalah belajar mengenal diri melalui proses yang jujur,” tulis Marshanda, dikutip Kamis (26/3).
Ia juga menekankan bahwa pilihan Sienna untuk mengenakan hijab atau tidak sepenuhnya berada di tangan sang anak. Baginya, sebagai orang tua, tidak tepat jika ia merasa punya kuasa untuk menentukan jalan hidup anaknya, apalagi dalam hal yang sangat personal.
Baca Juga: Detik-Detik Jirayut Terjebak Baku Tembak di Kampung Halaman, Ungkap Helikopter Berputar di Atasnya!
“Kalau jalan-Nya Sienna pakai hijab lagi atau tidak, itu di luar pengaruh dan kuasa saya. Arogan sekali, kalau saya merasa berhak dan bisa atur takdir Sienna lebih dari Allah SWT bisa melakukannya,” tuturnya.
Marshanda bahkan menyampaikan pandangan yang cukup tegas, bahwa akan menjadi sikap yang arogan jika ia merasa bisa mengatur takdir Sienna melebihi kehendak Tuhan. Ia memilih untuk tidak memaksakan keputusan apa pun, termasuk dalam hal keyakinan dan cara berpenampilan.
“Bukan tempatnya saya mempengaruhi pilihan hidup Sienna,” tegasnya.
Lebih jauh, perempuan yang akrab disapa Caca ini menjelaskan bahwa peran orang tua bukanlah mengontrol, melainkan menjadi contoh terbaik.
Ia percaya, anak yang tumbuh dalam lingkungan yang sehat akan mampu mengambil keputusan hidup dengan kesadaran penuh, bukan karena tekanan atau sekadar ingin menyenangkan orang tua.
Menurutnya, hal terpenting adalah memastikan Sienna tidak menjalani hidup hanya demi memenuhi ekspektasi orang tuanya. Ia ingin sang anak benar-benar memahami dan meyakini setiap pilihan yang diambilnya.
Di akhir pesannya, Marshanda menyampaikan doa yang hangat. Ia berharap Sienna kelak bisa mengenal jati dirinya secara utuh dan hidup selaras antara hati dan tindakan. Tak hanya itu, ia juga berharap putrinya bisa menjadi sosok yang menginspirasi orang lain melalui kejujuran dalam menjalani hidup.
“Saat dewasa, doaku adalah agar Sienna hidup mengenal true selfnya. Agar bisa menginspirasi orang lain untuk hidup selaras. Apa yang ditunjukkan sesuai dengan yang di hati,” tutupnya.
Kisah ini pun membuka diskusi yang lebih luas di tengah masyarakat, tentang pola asuh, kebebasan berekspresi, dan bagaimana orang tua mendampingi anak dalam proses pencarian jati diri di usia remaja. (ce2)

12 hours ago
18

















































