Sepekan Penuh Keceriaan, Anak Berkebutuhan Khusus di Kota Bekasi Dapat Akses Layanan Kesehatan dan Hiburan

3 hours ago 7

Beranda Metropolis Sepekan Penuh Keceriaan, Anak Berkebutuhan Khusus di Kota Bekasi Dapat Akses Layanan Kesehatan dan Hiburan

KEGIATAN: KPAD Kota Bekasi bersama POTADS melaksanakan sejumlah kegiatan seperti lomba pertunjukan feysen dalam rangkaian kegiatan World Down Syndrome Day 2026, pekan lalu (12/4) di area taman Alun-alun Hasibuan. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Puluhan anak berkebutuhan khusus di Kota Bekasi sedang bersuka cita. Betapa tidak. Selama sepekan terakhir, puluhan anak penderita Down Syndrome tersebut mendapatkan akses layanan kesehatan berikut dengan beragam program hiburan seperti lomba fashion show layaknya artis.

Dalam rangkaian peringatan Hari Down Syndrome Sedunia 2026 yang diinisiasi Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi bersama Persatuan Orangtua Anak dengan Down Syndrome (POTADS), anak-anak mendapat layanan kesehatan berupa aksi Bersih-Bersih Telinga (BBT) dengan melibatkan 30 dokter spesialis. Kegiatan ini digelar di Klinik Pratama Ratna Komala.

“Ini puncak kegiatan. Kami libatkan 30 dokter spesialis se-Bekasi Raya, dengan peserta anak-anak dari berbagai wilayah,” ujar Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian, Minggu (19/4).

Program ini merupakan bagian dari gerakan serentak nasional yang mendorong kepedulian lintas sektor terhadap anak berkebutuhan khusus. Mulai dari komunitas hingga pelaku usaha.

Namun di balik kegiatan tersebut, Novrian menyoroti fakta tentang masih minimnya fasilitas dan kesempatan bagi anak berkebutuhan khusus dalam berkegiatan sosial di masyarakat.

“Secara sosial, ketersediaan akses masih kurang. Padahal banyak hal yang bisa mereka lakukan,” tegasnya.

Ia mencontohkan, anak dengan Down Syndrome memiliki potensi nyata. Seperti dari menjadi barista, bermain musik, hingga bekerja di sektor layanan seperti kafe. Bahkan, sebagian sudah mulai menembus dunia kerja.

Karena itu, peran orang tua dinilai krusial untuk terus mengasah kemampuan anak. Sebelumnya, KPAD dan POTADS juga menggelar program magang di sebuah outlet pakaian, di mana peserta dilatih menjadi kasir, customer service, hingga menata produk.

Rangkaian kegiatan lain juga telah digelar, seperti lomba menggambar, fashion show, tari, hingga membatik dengan bahan alami di hutan kota.

“Kami ingin semakin banyak pihak terlibat, bergandengan tangan menyelesaikan persoalan anak, khususnya anak berkebutuhan khusus,” tandasnya. (sur)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |