RADARBEKASI.ID, BEKASI – Relawan Gerakan Anak Negeri (GAN) terus bergerak menyisir wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Senin, 24 Agustus 2026, tim berhasil menjangkau empat dusun di tiga desa di Kecamatan Maokaro, Kabupaten Ende.
Sejak pagi hari, tim sudah bergerak ke Dusun Ratesuba 2, Desa Kebiranga Tengah. Di sana, tim medis dari GAN melayani pemeriksaan kesehatan 31 warga. Sementara ahli pijat Cimande yang juga bergabung dalam misi kemanusian ini melayani 11 warga.
Setelah itu, tim beragarak ke desa tetangga, Kabirangga Tengah, tepatnya di Dusun Bengge. Warga yang sudah menunggu sejak pagi langsung antre ketika dokter dan perawat GAN tiba. Di lokasi ini, tim medis melayani 77 warga, sementara ahli pijat Cimande melayani 7 warga.
Kehadiran relawan GAN terdengar hingga desa-desa lainnya yang akhirnya datang untuk meminta tim medis datang ke tempatnya, salah satunya adalah Desa Kolikapa yang kemudian menjadi pemberhentian ketiga GAN.
Dari desa sebelumnya, jaraknya cukup jauh, sekira 30 menit perjalanan dengan medan yang tak mudah menyusuri perbukitan. Kedatangan tim disambut Kepala Desa Kolikapa, Antonius Radja di Dusun Kolikapa 1.
Warga begitu antusias menyambut tim medis gerakan anak negeri. Tua, muda, hingga anak-anak sabar menunggu untuk diperiksa kesehatannya. Total, 72 warga memeriksakan diri dan 15 lainnya merasakan manfaat pijat khas Cimande. Pemeriksaan di Kolikopa juga dibantu dengan dua bidan dari Puskesdes setempat.
Sementara lokasi keempat masih berada di desa yang sama, namun berbeda dusun, yakni Dusun Ndetundopo. Tempat pemeriksaan kesehatan berada di halaman rumah warga yang terbuat dari kayu yang selamat dari efek gempa NTT.
Anak-anak menimbang berat badan sebelum tim medis memeriksa kesehatannya. Sementara lansia langsung dilayani cepat dokter dan perawat meski mereka sudah mulai kelelahan lantaran tingginya permitaan pemeriksaan kesehatan.
Sebagian warga lainnya yang ingin dipijat mengantre di dalam rumah. Menunggu dua ahli pijat Cimande menyelesaikan satu per satu warga yang banyak mengeluhkan kondisi kesehatannya. Di lokasi ini, ada 52 pasien yang dilayani tim medis dan 12 pasien oleh ahli pijat Cimande.
Kepala Desa Kolikapa, Antonius Radja, tak mampu kenyembunyikan kebahagiaannya lantaran ratusan warganya akhirnya bisa memeriksakan kesehatan berkat kedatangan relawan Gerakan Anak Negeri yang juga membawa obat-obatan.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan ini begitu berarti untuk warga di tengah masih adanya kecemasan gempa susulan.
“Kami berterima kasih kepada tim Gerakan Anak Negeri yang sudah mengunjungi desa kami, membantu masyarakat saya yang terdampak gempa,” ujar Antonius.
Ia menjelaskan, ada sekira 23 rumah yang rusak parah dan belasan rusak ringan. Ia menyebut saat ini warga masih membutuhkan bantuan berupa logistik makanan hingga selimut karena kondisi malam hari cukup dingin.
“Yang rusak itu ada ambruk, ada yang retak-retak. Warga juga belum berani tidur di dalam, masih banyak yang tidur di tenda di depan rumahnya. Warga juga sejak gempa belum rutin ke kebun jadi masih butuh bantuan logistik dan perbaikan rumah jug,” tandasnya.
Sementara itu, Koordinator GAN di Ende, Iqbal Muhammad merinci total warga yang dilayani di empat dusun tersebut mencapai 277 orang. Jumlah tersebut terhitung sangat banyak dan membuat tim medis cukup kelelahan.
“Banyak permintaan dari warga agar wilayah mereka didatangi, kami usahakan maksimal bisa menjangkau wilayah-wilayah yang butuh bantuan medis sambil melihat kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Masalahnya, stok obat-obatan mulai menipis. Ia berharap ada tambahan stok agar makin banyak wilayah yang bisa dijangkau.
Dari hasil pemeriksaan kesehatan, mayoritas warga mengeluhkan ISPA, hipertensi, myalgia, hingga chepalgia. (Arifin Metropolitan)
Bantu warga NTT yang terdampak gempa. Bersama Gerakan Anak Negeri, ulurkan kepedulian melalui donasi. Caranya mudah, cukup scan QRIS di bawah ini.

4 hours ago
8

















































